Buku Biografi Sutardji Calzoum Bachri Segera Diluncurkan, Penyair Asal Riau

Biografi Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri (SCB) segera diluncurkan menyambut hari lahirnya yang ke-80 tahun.

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Buku Biografi Sutardji Calzoum Bachri Segera Diluncurkan, Penyair Asal Riau 

Buku Biografi Sutardji Calzoum Bachri Segera Diluncurkan, Penyair Asal Riau


TRIBUNPEKANBARUWKI.COM -Biografi Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri (SCB) segera diluncurkan menyambut hari lahirnya yang ke-80 tahun.

Buku Biografi Sutardji Calzoum Bachri setebal lebih dari 500 halaman dengan hardcover doff embos dan spot uv tersebut, ditulis sastrawan sekaligus wartawan Taufik Ikram Jamil.

"Diterbitkan di Tanjungpinang, tapi ditulis di Pekanbaru, buku itu dalam proses cetak di Jawa, pekan depan sudah sampai ke Pekanbaru, insyaallah. Kebetulan, proses mewujudkannya sebagai buku seperti mengikuti perjalanan tempat tinggal SCB , dari Riau ke Kepri, terus Jabar,” ujar Taufik menjawab media hari Senin.

Ditambahkannya, pre order sedang berjalan untuk melihat antusias bersama bagaimana suatu kreativitas dibangun tanpa henti dan terus berlanjut.

Terdiri atas 17 bab, buku itu mengisahkan berbagai hal mengenai kehidupan SCB mulai dari lahir sampai sekarang. Tidak ketinggalan juga pembahasan karyanya dari berbagai sudut, termasuk cara membaca sajak sebagai suatu kesatuan puisi Nusantara.

Baca juga: Syarwan Hamid

Ada pula komentar buku dan kepenyairan SCB dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Belanda, dan tentu dari Indonesia sendiri.

Oleh karena riwayat hidup, buku ini, tidak hanya memuat hal-hal karya secara serius. Dilukiskan juga bagaimana SCB kecil tidak lepas dari kamus, tidak suka olahraga, menakik kaki adik dengan parang, seprei untuk baju, mewawancarai orang gila untuk liputan pers, dan sebagainya.

Juga niat ke Yogyakarta, tetapi tibanya di Bandung. Malahan sampai igau-igauannya dan peringatan kematian ketika muda belia, termasuk pengembaraan spritualnya.

Menurut Taufik, dari buku itu juga diperoleh gambaran bagaimana ketekunan dan kesabaran dibangun dengan suatu kepercayaan potensi sendiri baik dalam pengertian pribadi maupun kolektif, sehingga ternyata memberikan sesuatu kepada dunia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved