Terus Meningkat, Kasus Harian Covid-19 di Riau Tertinggi se Indonesia

- Kasus positif COVID-19 di Provinsi Riau semakin mengerikan. Bahkan Rabu (26/5/2021) kasus harian tertinggi se Indonesia dengan 739 kasus.

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Gubernur Riau Syamsuar saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus covid-19 di Riau, Sabtu (1/4/2021) 

Terus Meningkat, Kasus Harian Covid-19 di Riau Tertinggi se Indonesia

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau semakin mengerikan. Bahkan Rabu (26/5/2021) kasus harian Covid-19 di Riau memecahkan rekor baru dan tertinggi se Indonesia dengan penambahan sebanyak 739 kasus.

Juru bicara penanggulangan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi, Kamis (27/6/2021) mengatakan, tingginya kasus COVID-19 di Riau, masih dari klaster keluarga. Kondisi sesuai diprediksi sebelumnya pasca lebaran kasus positif akan naik, lantaran masih ada sejumlah masyarakat yang masih banyak mengabaikan protokol kesehatan, dan himbauan pemerintah untuk tidak mudik, serta menghindari mobilisasi.

“Iya ini kasus yang tertinggi, masih dari kasus klaster keluarga dan juga pasca lebaran. Dalam beberapa hari ini kasus positif terus meningkat, sesudah lebaran ini bahkan semakin meningkat,” katanya.

Selain kasus terbaru peningkatan positif COVID-19, Dokter ahli paru ini juga menyampaikan duka yang mendalam dengan semakin tingginya kasus pasien yang meninggal dunia. Pasien yang meninggal mencapai 27 orang, dan tertinggi selama pandemi COVID-19.

“Yang meninggal dunia juga tinggi juga, 27 orang meninggal. Masih dari pasien yang lansis diatas 50 tahun, yang dibawah 50 tahun tidak begitu banyak,” ujarnya.

Baca juga: Tia Juwita, Wanita Sukses Berbisnis Kerjainan Rotan di Pekanbaru

Baca juga: Desi Wahyuni, Berhasil Jalani Usaha Apotek di Pekanbaru

Penjelasan Gubernur Riau Syamsuar

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Kamis (27/5/2021) mengungkapkan, meningkatnya kasus harian pasien terkonfirmasi Covid-19 di Riau disebabkan karena meningkatnya pemeriksaan atau tracing terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19.

Dengan meningkatnya tracing tersebut, maka semakin banyak pula pasien Covid-19 yang ditemukan. Sehingga angka harian pun juga ikut meningkat.

"Sekarang tracing sudah kita tingkatkan. Kalau sesuai arahan dari Sekjen Kemenkes tadi diarahkan minimal tracing terhadap 10 orang kontak erat saja sudah bagus. Namun, kita putuskan untuk tracing 15 orang untuk memaksimalkan pelacakan. Artinya kalau ada satu orang terkena Covid-19, 15 orang kita tracing," kata Gubri Syamsuar.

Dengan adanya peningkatan tracing kontak ini, kata Gubri, jumlah pasien Covid-19 di Riau juga akan seiring meningkat. Ini dikarenakan tujuan tracing adalah untuk menemukan banyak kasus agar dapat cepat dilakukan upaya pengendalian berupa isolasi mandiri, karantina, dan lainnya.

"Dampaknya nanti pasien Covid-19 di Riau jadi tinggi, tapi itu nanti akan turun kembali. Namun, ini lah salah satu cara untuk mempercepat pelacakan dan memutuskan rantai penularan Covid-19," kata Gubri.

Selain itu, untuk memutuskan penyebaran pandemi tidak cukup hanya dengan tracing, melainkan juga harus didukung oleh masyarakat yang disiplin protokol kesehatan. Setidaknya dengan disiplin Prokes 4M yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Baca juga: Tekan Penularan Covid-19, Tim Satgas Lakukan Swab Dadakan Kepada Pengunjung Cafe di Pekanbaru

Baca juga: Penerbang Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Gelar Latihan Terbang Malam


--
(tribunpekanbaruwiki.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved