Renyahnya Martabak Telur Yusmanenti, Jajanan Laris di Siak

Martabak Telur Yusmanenti, ini merupakan jajanan yang wajib tribuners cicipi jika berkunjung ke Kabupaten Siak, Riau. Lokai di di Pusat Pasar Beduk

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Martabak Telur Yusmanenti merupakan jajanan laris yang ada di Kabupaten Siak, Riau 

Renyahnya Martabak Telur Yusmanenti, Jajanan Laris di Siak

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Martabak Telur Yusmanenti, ini merupakan jajanan yang wajib tribuners cicipi jika berkunjung ke Kabupaten Siak, Riau.

Lokasi penjualan Martabak Telur Yusmanenti ini ada di Pusat Pasar Beduk, Jalan Soetomo, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

Martabak Telur Yusmanenti ini salah satu kudapan yang cukup populer di daerah tersebut, dalam sehari bisa menjual 200 porsi.

Terutama saat bulan Ramadhan ini, Martabak Telur Yusmanenti ini menjadi pilihan untuk makanan saat berbuka puasa.

Martabak Telur Yusmanenti memiliki ukuran sedang dan harga sangat merakyat. Nama Yusmanenti tersebut diambil dari nama sang pemilik.

Saat dijumpai tribunpekanbaruwiki.com, Sabtu (8/5/2021) Yusmanenti bersama anaknya tengah sibuk mempersiapan pesanan para pelanggan setianya.

Baca juga: Kemeriahan Nuzulul Quran di Masjid Raudhatul Jannah Kecamatan Tambang Berlangsung Meriah

Martabak Telur Yusmanenti ini disajikan saat masih hangat. Setiap pelanggan yang tiba memesan martabak, Yusmanenti harus mengekspos bahan yang telah disiapkan dari membalut isi hingga menggoreng di kuali datar. Sekali penggorengan terdapat sekitar 10 porsi atau lebih.

Siapapun bisa melihat cara Yusmanenti menggoreng martabak telur ini. Apalagi posisi atau tempat dia berjualan di pusat pasar beduk, Jalan Soetomo, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak. Tak heran bila pelanggan mengantre setiap menjelang berbuka.

Keunikan dari Martabak Telur Yusmanenti ini ada pada kulitnya, yakni kulit yang dibuatnya sendiri dengan adonan tepung terigu. Sementara isinya selain telur, lengkap dengan sayuran, termasuk bawang bombai hingga daging kecil-kecil sedikit untuk pelengkap. Sebab, yang ditonjolkan adalah rasa telurnya. Martabak telur ini terasa lebih garing, renyah dan sangat enak untuk di makan waktu berbuka. Tidak terlalu berat dan porsi yang juga cocok buat pelanggan yang melaksanakan diet karbohidrat. Harganya juga sangat murah, yakni Rp 5000 per porsi.

“Keahlian membuat martabak telur yang berbeda dengan biasanya ini saya dapat waktu saya merantau ke Jakarta dulu. Sejak 4 tahun belakangan saya pulang kampung ke Siak dan jualan di sini,” kata Yusmanenti, Sabtu (8/5/2021).

Meskipun harga jual martabak ini sangat merakyat, namun ia berhasil mengantongi omzet di atas Rp 1 juta semalam selama Ramadan 1442 H.Ada 200 porsi yang terjual setiap menjelang berbuka hingga waktu salat isya.

Baca juga: Lima Warga India Positif Covid-19 Masuk ke Riau

“Alhamdulillah, pada masa pandemi ini jualan kita masih laku, itu luar biasa. Kami menjaga pelanggan dengan komitmen pada rasa dan kulitasnya,” kata dia.

Untuk 1 porsi martabak telur Yusmanenti ini juga tidak terlalu kecil. Setelah menikmati 1 porsi, sudah membuat perut kenyang, namun tetap bisa bergerak untuk beraktifitas salat tarawih.

“Artinya tidak membuat kekenyangan, jadi kalau porsinya membuat kekenyangan tentu berat untuk bergerak. Sementara aktifitas salat tarwih masih ada. Besaran porsi untuk menu berbuka martabak telur ini juga telah kami sediakan,” kata dia.

Kulit pada martabak telurnya juga garing, renyah dan teksturnya padat dan ringan. Ketika digigit terdengar bunyi kriuknya. Seban, Yusmanenti tidak mau membeli jadi kulit martabaknya. Racikan pada kulit martabak ini menjadi pembeda rasa dibanding martabak lain.

“Martabak ini kami jual untuk semua kalangan dan umur, karena harga sangat murah bisa dibeli juga sama anak-anak,” kata dia.

Selain itu, Yusmanenti juga membuat kuah dengan khas sendiri. Ia tidak mengandalkan hanya kepada saos cabai instan, melainkan memproduksi kuah sendiri sehingga menambah kekhasan pada rasa.

Baca juga: Lendot, Kuliner Turun Temurun Saat Ramadhan di Kuala Kampar Pelalawan

“Pada kuahnya juga kita berbeda dengan yang lain. Tetapi kita tetap standby-kan saos cabai bermerk sachet, jika ada pelanggan yang meminta,” kata dia.

Ngomong-ngomong untung dengan harga jual yang sangat rendah, Yusmanenti tersenyum lebar. Menurut dia, persentase keuntungan yang didapat memang sangat tipis, karena itu ia mengejar kuantitas penjualan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved