Minta Perketat Prokes, Diskoperindag Pelalawan Surati Seluruh Pengelola Pasar Hingga Toko Sembako

Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM (Diskoperindag dan UKM) Kabupaten Pelalawan Riau

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Aktivitas jual beli di Pasar Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci Pelalawan 


Minta Perketat Prokes, Diskoperindag Pelalawan Surati Seluruh Pengelola Pasar Hingga Toko Sembako

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM (Diskoperindag dan UKM) Kabupaten Pelalawan Riau mengeluarkan surat edaran terkait aktivitas perdagangan dan pasar menjalang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.


SE tersebut ditujukan kepada seluruh pengelola pasar, pusat perbelanjaan, mini market, toko ritel, hingga pedagang bahan pokok makanan. Diskoperindag mengaskan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam aktivitas jual beli atau transaksi antara pembeli dengan penjual. Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Pelalawan termasuk di tingkat kecamatan, desa, maupun kelurahan.


"Pengelola harus tegas. Jika ada pembeli tak pakai masker, jangan dilayani dan diminta pulang dulu untuk menjemput masker," terang Kepala Diskoperindag Pelalawan, Fakhrizal M.Si, kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (09/05/2021).


Fakhrizal menyebutkan, pengelola harus menyiapkan wadah pencuci tangan di setiap pintu masuk. Menyiapkan pengukur suhu tubuh dan mengatur jarak warga yang datang baik saat bertransaksi maupun memilih barang dagangan.

Baca juga: Tiga Hari Larangan Mudik di Riau, 1.215 Kendaraan Disuruh Putar Balik


"Petugas kita akan mengawasi di lapangan. Selain penerapan Prokes dan juga memantau harga sembako," terangnya.


Menjelang Lebaran tahun 2021 ini kebutuhan masyarakat akan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) terus meningkat untuk perayaan hari besar keagamaan tersebut. Harga bahan makanan berupa minyak goreng, beras, tepung, telur serta bahan masakan dapur masih normal. Belum ada kenaikan harga yang signifikan di pasar tradisional maupun toko sembako serta distributor bahan makanan lainnya.


Ia menyebut, pihaknya memerintahkan petugasnya di masing-masing kecamatan agar memantau setiap hari harga sembako menjelang Hari Raya Idul Fitri. Apabila ada kenaikan harga akan dilakukan analisa penyebabnya agar tidak berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.


"Kita berharap tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan sampai Lebaran nanti," tandas Fakhrizal.


Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian besar-besaran atau panic buying karena takut dengan kenaikan harga.

Baca juga: Pemkab Siak Putuskan Salat Idul Fitri 1442 H di Rumah Saja


Warga Pangkalan Kerinci Jenny Nurahmi (42) mengaku harga sembako yang dijual di pasaran pada umumnya masih normal seperti biasa. Jikapun terjadi kenaikan hanya sedikit saja dan hal itu terjadi juga sebelum Bulan Ramadhan lalu.


"Tadi di Pasar Baru Pangkalan Kerinci, semua harga masih biasa. Ikan, daging, sayur-sayuran, termasuk telur maupun minyak goreng," ungkapnya.


Ibu dua anak ini berharap tidak terjadi kelangkaan sembako akibat adanya penyekatan di perbatasan baik kabupaten maupun provinsi. Sebab kebanyakan bahan pokok makanan datang dari daerah lain ke Pelalawan.


--
(tribunpekanbaruwiki.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved