Masjid Jami Air Tiris di Kampar Riau, Masjid Tertua Dibangun Tanpa Paku

Masjid Jami Air Tiris yang berada di Jalan Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau

Editor: Aan Ramdani
tibunpekanbaruwiki.com
Masjid Jami Air Tiris di Jalan Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau 

Masjid Jami Air Tiris di Kampar Riau, Masjid Tertua Dibangun Tanpa Paku

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Masjid Jami Air Tiris yang berada di Jalan Pasar Usang, Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau merupakan masjid tertua yang ada di Kabupaten Kampar.

Masjid Jami Air Tiris ini dibangun tahun 1901. Namun, jauh sebelum itu Masjid Jami Air Tiris ini sebelumnya merupakan Mushala.

Dulu Masjid Jami Air Tiris ini dikenal dengan nama Masjid Pasar Usang, karena memang letaknya tidak jauh dari sebuah pasar yang tua didaerah tersebut yakni Pasar Usang.

Masjid Jami Air Tiris di Kabupaten Kampar ini sangatlah unik dan masih tetap mempertahankan bangunan lama sehingga, Masjid Jami Air Tirs ini bukan hanya menjadi tempat ibadah saja. Namun bisa menjadi wisata sejarah dan wisata religi.

Bangunan Masjid Jami Air Tiris ini terbuat dari matrial kayu, yang menarik dalam pembangunannya tidak menggunakan paku sama sekali untuk merangkai balok-balok kayu.

dari Pusat Kota Pekanbaru lokasi Masjid Jami Air Tiris ini berjarak sekitar 50 kilometer, membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan mengendarai kendaraan bermotor.

Baca juga: Masjid Sabilillah di Desa Pedekik Bengkalis Riau, Pernah Dikabar Belanda

Baca juga: Mesjid Hibbah di Pelalawan Riau, Masjid Bersejarah Berusia 86 Tahun


Ada Kejadian Mistis

Berdinya Masjid Jami Air Tiris tahun 1901 yang terbuat dari matrial kayu dan unik ini ternyata tidak lepas dari orang-orang dermawan kala itu yang menyumbangkan harta dan pemikiranya yakni, Datuk Engku Mudo Songkal.

Kemudian untuk proses pembangunan masjid tertua ini dilakukan secara bergotong royong dengan masyarakat dan mempersatukan para ninik mamak (tetua adat) suku-suku yang ada kala itu.

Selain umurnya yang tua, Masjid ini dikenal dengan banyaknya kejadian magis terjadi disini.

Kejadian yang paling terkenal diseantero para pelancong yang mengunjungi masjid ini yakni adanya batu kepala kerbau yang kerap berpindah-pindah tempat disekitar masjid.

Batu tersebut hingga saat ini masih ada di masjid tersebut dengan diletakkan disebuah bak.

Ketua Pengurus Majid, Nazarudin beberapa waktu lalu mengatakan dahulunya batu yang mirip bentuk kepala kerbau ini kerap berpindah-pindah tempat.

Namun demikian batu ini berpindah tidak pernah jauh dari masjid.

Ia menuturkan batu ini dulunya dibawa dari sungai sebagai bantalan untuk mendirikan tiang.

"Saat pembangunan ada 40 batu sungai yang dijadikan landasan atau bantalan untuk mendirikan tiang masjid. Namun batu kepala kerbau ini yang paling sulit untuk digunakan sebagai bantalan," ungkapnya.

Baca juga: Masjid Jamik Koto Pangean Kuansing, Mimbar Berusia Ratusan Tahun Masih Digunakan

Dahulunya masyarakat sampai kesulitan mendirikan tiang diatas batu tersebut, sampai pada akhirnya batu tersebut diasingkan dan tidak digunakan.

Berjalan waktu, tanpa ada pindah oleh orang, batu unik ini kerap berpindah-pindah tempat.

Batu unik ini kini diletakkan disebuah bak air dan kerap kali masyarakat yang berkunjung ke Masjid Jami Air Tiris yang mengambil air di bak yang berisi batu tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1032 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved