Apindo Tolak Penutupan Ritel di Pekanbaru Saat Libur Lebaran

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Apindo) menolak aturan penutupan ritel yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru saat libur

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Suasana di Mal Pekanbaru jelang Hari Raya Idul Fitri 2021, Sabtu (8/5/2021) 

Apindo Tolak Penutupan Ritel di Pekanbaru Saat Libur Lebaran

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Apindo) menolak aturan penutupan ritel yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru saat pelaksanaan libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Peraturan yang dikeluarkan tersebut dinilai terkesan mendadak. Padahal rata-rata pelaku usaha sudah berinvestasi dengan menambah stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hendak berbelanja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey.

"Kami mengkritisi sejumlah pemerintah daerah seperti Kota Pekanbaru dan Kota Banjarbaru yang menerapkan penutupan mall secara tiba-tiba di masa libur Lebaran. Kami yang sudah investasi dengan stocking barang, tentunya ini akan berdampak pada penumpukan barang di toko jika diharuskan tutup," kata Mandey melalui keterangan tertulisnya kepada tribunpekanbaruwiki.com, Sabtu (8/5/2021).

Oleh karena itu, pihaknya meminta tidak ada kebijakan penutupan pusat perbelanjaan atau mall pada saat libur lebaran tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N Mandey (Kompas.com)

Baca juga: Masjid Jami Air Tiris di Kampar Riau, Masjid Tertua Dibangun Tanpa Paku

Baca juga: Masuk Daerah Zona Merah dan Zona Oranye, Objek Wisat di Riau Ditutup Saat Libur Lebaran 2021

Dikatakannya, dari bulan maret tahun 2020 lalu sampai Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Dan Kota sebenarnya peritel sudah terpuruk.

"Momen hari raya lebaran inilah yang menjadi harapan kami bisa meningkatkan penjualan setelah selama satu tahun terakhir penjualan ritel menurun secara drastis," ulasnya.

Padahal, dikatakannya, indeks kepercayaan konsumen sudah mulai meningkat. Pemerintah daerah menurut dia harus mengeluarkan kebijakan yang ikut mendukung kondisi saat ini.

"Misalnya dengan memberikan bantuan sosial untuk masyarakat ekonomi lemah. Sehingga daya belinya dapat meningkat. Bukan justru melakukan penutupan," ulasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved