Pemkab Siak Putuskan Salat Idul Fitri 1442 H di Rumah Saja

Pemkab Siak, Provinsi Riau memutuskan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H di Masjid, Musala maupun di Lapangan ditiadakan dan hanya boleh di rumah

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Ilustrasi: Salat idul Fitri 1442 H di Rumah 

Pemerintah Kabupaten Siak Riau Putuskan Salat Idul Fitri 1442 H di Rumah Saja

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau memutuskan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H di Masjid, Musala maupun di Lapangan ditiadakan dan hanya boleh dilaksanakan di rumah masing-masing.

Keputusan ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak mengingat Siak merupakan daerah zona merah penyebaran covid-19.

Kesepakatan ini berlaku untuk seluruh kalangan, baik pemeritah maupun masyarakat dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa.

“Kita buat kebijakan ini setelah mendengar masukan dari pihak kesehatan, Kementrian Agama, MUI dan keamanan. Kesimpulannya adalah Pemkab Siak tidak menggelar salat Ied di lapangan atau masjid, mengingat Siak masuk zona merah Covid 19,” kata Bupati Siak Alfedri, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Larangan Mudik, Aktivitas Kapal Penumpang di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru Dihentikan

Baca juga: Bolu Kemojo Masih Menjadi Favorit Masyarakat Dumai

Tidak hanya salat ied di masjid atau lapangan yang ditiadakan, pawai takbir di malam takbiran yang menjadi agenda rutin Pemkab Siak juga ditiadakan. Termasuk open house bupati Siak juga ditiadakan. Tujuannya agar tidak tercipta klaster lebaran Idul Fitri 1442 H.

“Kami sendiri akan melakukan salat Ied di rumah bersama keluarga saja. Saya minta kepada masyarakat juga tidak melaksanakan salat ied dengan jumlah yang banyak, salat di rumah saja, berjemaah bersama keluarga saja,” kata dia.

Satgas Covid 19 Kabupaten bakal melaksanakan patroli pada hari lebaran. Namun sebelumnya Bupati Siak Alfedri melayangkan surat kepada camat hingga desa agar tidak melaksanakan alat ied di masjid, musala dan lapangan.

“Besok surat edaran sudah disampaikan ke camat dan camat akan meneruskan ke desa-desa larangan untuk salat di masjid, musala dan lapangan,” kata dia.

Sementara itu Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto mengatakan pihaknya tetap turun bersama Satgas Covid 19 untuk melaksanakan patroli. Ia tidak mau mengatakan akan membubarkan salat ied jika masih ada yang membandel, namun akan memprosesnya sesuai ketentuan hukum.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved