Kue Melako Kuah, Sajian Khas Rokan Hulu Riau

Kue Melako Kuah, kudapan yang satu ini tidaklah asing bagi masyarakat Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau

Editor: Aan Ramdani
tibunpekanbaruwiki.com
Kue Melako Kuah 

Kue Melako Kuah, Sajian Khas Rokan Hulu Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Kue Melako Kuah, kudapan yang satu ini tidaklah asing bagi masyarakat Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.

Kue Melako Kuah merupakan makanan khas melayu Rokan Hulu yang terbuat dari berat ketan hitam.

Kue Melako Kuah ini sering dijumpai saat bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri atau kegiatan kebudayaan di daerah Rokan Hulu yang dikenal dengan julukan negri Seribu Suluk.

Kali ini tribunpekanbaruwiki.com menjumpai Syaiful Rahman untuk bisa lebih mengenal Kue Melako Kuah ini.

Syaiful Rahman merupakan seorang pembuat Kue Melako Kuah, ia mengatakan, sajian dengan dominasi rasa manis dan gurih ini terhitung langka untuk dijumpai di pasar-pasar pada hari biasa.

Kue Melako Kuah, Sajian Khas Rokan Hulur Riau
Kue Melako Kuah, Sajian Khas Rokan Hulur Riau (tibunpekanbaruwiki.com)

Baca juga: Ketupat Serundeng, Makanan Khas Masyarakat Bengkalis Saat Lebaran

"Sebenarnya kue ini sangat merakyat. Namun, karena pembuatannya yang terbilang sulit, maka sudah sangat jarang yang mau membuatnya untuk sajian reguler," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan cara membuat Kue Melako Kuah dengan sederhana. Pertama kali yang harus dilakukan untuk membuat kue tersebut, beras pulut hitam (beras ketan hitam) harus direndam sedikitnya selama 1,5 jam.

"Setelah direndam, beras pulut hitam itu lalu ditumbuk pakai lesung dan diayak sampai halus sekali," bebernya.

Setelah proses tersebut, beras pulut hitam yang sudah diayak kemudian diaduk pakai air sehingga menjadi adonan yang siap untuk dicetak bulat-bulat

Selanjutnya, adonan Kue Melako Kuah yang sudah dibulat-bulatkab langsung dibuat lubang di bagian tengah untuk kemudian diisi dengan gula aren dan parutan kelapa.

"Setelah tahapan tersebut, adonan kemudian dibulatkan kembali dan dikukus di dalam sebuah dandang dengan diberikan kuah yang terbuat dari santan dan gula pasir," jelasnya kemudian.

Lelaki pertengahan 30an ini mengaku, mendapatkan keahlian membuat Kue Melako Kuah dari orangtuanya yang mengajarinya sejak masih kecil.

Baca juga: Minuman Laksamana Mengamuk

"Kecil-kecil dulu, kami suka ikut bantu orangtua juga membuat Kue Melako Kuah. Lama-lama pun belajar dan buat sendiri juga," terang Syaiful.

Setelah proses itu semua, Kue Melako Kuah yang masyhur sejak zaman raja-raja Melayu Rokan itu pun siap untuk disajikan.

Seorang penikmat Kue Melako Kuah, bernama Gustia mengatakan, dirinya sering mencari Kue Melako Kuah pada saat momen hari raya.

"Biasanya, jika ketemu pedagang Kue Melako Kuah, harganya biasa dijual di antara Rp. 10-15 ribu per bungkus," jelasnya.

Menurut dia, menikmati kudapan tersebut adalah bagian dari melestarikan kearifan lokal Negeri Seribu Suluk.

Baca juga: Ketan Talam Durian, Oleh-Oleh Khas Pekanbaru

"Kalau kita yang muda-muda masih mau makan kue-kue khas kampung kita, secara tidak langsung kita masih menjadi konsumen bagi para pedagang kue-kue tradisi itu sendiri," urainya.

"Dengan demikian, kue itu sendiri bisa tetap eksis di masyarakat karena masih ada yang menikmatinya," tandasnya.

Baca juga: Daftar 5 Makanan yang Sebabkan Susah Tidur

Baca juga: Menikmati Mie Millenial di Pekanbaru

--

(tribunpekanbaruwiki.com/Syahrul Ramadhan)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved