Lendot, Kuliner Turun Temurun Saat Ramadhan di Kuala Kampar Pelalawan

Lendot, merupakan salah satu kuliner khas masyarakat melayu di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Lendot, Kuliner Turun Temurun Saat Ramadhan di Daerah Kepulauan di Pelalawan 

Lendot, Kuliner Turun Temurun Saat Ramadhan di Daerah Kepulauan di Pelalawan


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Lendot, merupakan salah satu kuliner khas masyarakat melayu di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

di daerah kepulauan tersebut kuliner Lendot ini menjadi kuliner wajib yang hadri di bulan suci Ramadhan.

Lendot dijadikan kudapan yang disantap saat berbuka puasa. Hidangan Lendot ini nyaris tidak pernah absen di atas meja makan selama puasa.

Kuliner Lendot ini dikenal juga dengan mana lain Sempolet.

Kuliner Lendot ini sudah turun temurun ditengah-tengah masyarakat daerah tersebut sejak puluhan tahun lalu.

Khususnya di Kecamatan Kuala Kampar, Lendot menjadi panganan wajib bagi masyarakat baik di kehidupan sehari-hari maupun di hari-hari besar atau perayaan maupun pesta.

Warga Kuala Kampar yang kini hidup di perantuan juga selalu rindu menyantap makanan yang telah dikenal sejak kecil itu.

Baca juga: Ketupat Serundeng, Makanan Khas Masyarakat Bengkalis Saat Lebaran

Baca juga: Mesjid Hibbah di Pelalawan Riau, Masjid Bersejarah Berusia 86 Tahun


Makanan yang dimasak sendiri ini sudah sejak zaman nenek moyang warga Penyalai, nama lain Kuala Kampar.

Meskipun selepas Ramadhan dan Idul Fitri, masakan ini tetap bisa ditemukan di rumah masyarakat saban harinya.

"Sempolet sudah makanan turun temurun bagi kami masyarakat yang tinggal di pulau-pulau. Resepnya juga sudah diracik sejak zaman nenek moyang kami dulu," kata warga Kuala Kampar, Arif Rifani, kepada tribunpekanbaruwiki.com, beberapa waktu lalu.

Cara Membuat Lendot

Bahan dasar Lendot terbuat dari sagu yang dicampur dengan sea food, udang, ikan teri, dan sayur-sayuran.

Hasil akhirnya, Lendot akan menyerupai bubur maupun soup yang enak dimakan di saat berbuka puasa maupun sahur.

Cara membuat Lendot cukup simpel dan tak perlu repot-repot. Setelah menyiapkan bahan-bahan dasarnya, sagu yang terkenal makanan di daerah pulau direbus dalam wadah menggunakan air.

Sembari menunggu sayur mayur yang disiapkan, biasanya jenis pakis, dipotong-potong sesuai selera. Kemudian ikan teri yang disediakan secukupnya ditumbuk sampai halus. Sedangkan udang dan seafood hanya dipotong berdasarkan keinginan saja.

Setelah sagu mendidih dan berubah membubur, semua bahan yang telah dipersiapkan langsun dimasukan kedalam wadah masakan dan dibiarkan hingga mendidih seperti bubur. Selepas itu sempolet siap untuk disantap di dalam mangkok souap.

"Sangat nikmat dimakan waktu hangat-hangat seperti bubur. Kalau ingin pedas, bisa disiapkan sambal di luar. Mulai saya kecil sampai sekarang itu makanan wajib kami," kata Arif.

Baca juga: Rumah Makan Dapur Al Fairuz, Masakan Khas Melayu

Selain memiliki gizi yang tinggi, sempolet atau Lendot juga berguna untuk menghangatkan badan jika cuaca dingin. Yang paling utama, selera makan tentu meningkat dikala ada sempolet terhidang dibawah tudung saji. Kuahnya yang kental sangat enak juga disantap sambil santai di rumah setelah menunaikan shalat taraweh.

Sempolet bisa ditemukan di wilayah kepulauan lainnya seperti Selat Panjang, Tanjung Batu, dan Tanjung Balai Karimun yang semuany bertetangga dengan Pulau Penyalai. Sebagian warga Penyalai yang sudah merantau juga sering membuat sempolet atau Lendot dengan bahan-bahan yang dicari, sebagai pelepas rindu akan masakan kampung halaman.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved