Ketupat Serundeng, Makanan Khas Masyarakat Bengkalis Saat Lebaran

Ketupat Serundeng, ini adalah salah satu makanan khas masyarakat Bengkalis saat lebaran Idul Fitri

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Ketupat Serundeng 

Ketupat Serundeng, Makanan Khas Masyarakat Bengkalis Saat Lebaran

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Ketupat Serundeng, ini adalah salah satu makanan khas masyarakat Bengkalis saat lebaran.

Pada umumnya ketupat disajikan bersama kuah gulai lontong, sate bahkan opor ayam. Serta dinikmati di hari pertama lebaran Idul Fittu bersama keluarga.

Namun masyarakat Bengkalis punya cara sendiri menikmati ketupat disaat lebaran. Seperti diungkap Rahmi warga Desa Kelapapati Darat Kecamatan, masyarakat Bengkalis juga menjadikan ketupat sebagai menu wajib saat lebaran untuk dinikmati bersama.

Hanya saja kalau di Bengkalis sajian ketupatnya dipadukan dengan serundeng, sehingga disebut Ketupat Serundeng. Serundeng yang disajikan bersama ketupat dibuat dari kelapa setengah tua dengan cara pembuatan yang cukup sederhana ala melayu.

"Untuk membuat serundeng ini cukup sediakan kepala setengah tua yang sudah diparut, kemudian bawang merah yang sudah dirajang rajang, serta udang kering dan merica," terang Rahmi.

Ketupat Serundeng
Ketupat Serundeng (Istimewa)

Baca juga: Masjid Sabilillah di Desa Pedekik Bengkalis Riau, Pernah Dikabar Belanda

Bahan bahan ini kemudian dimasak di wajan tanpa mengunakan minyak, istilah orang Bengkalis di gonseng. Kelapa dan bumbu bumbu tadi diaduk dan diratakan dalam api kompor yang tidak begitu besar.

"Digonseng sampai kondisi kelapa dan bumbunya kering tidak basah lagi. Sekitar satu jam proses memasaknya dengan api kecil," tambahnya.

Sementara untuk ketupat yang disajikan sama dengan ketupat pada umumnya. Beras untuk dijadikan ketupat ini dimasukkan dalam daun kelapa yang sudah dibuat berbentuk ketupat.

"Takarannya sekitar seperempat dari ketupat yang dibuat. Kemudian panaskan air hingga mendidih, baru dimasukkan ketupatnya dan direbus selama empat jam," kata Rahmi.

Ketupat ini nantinya akan dimakan bersama gulai ayam merah persis seperti gulai kalio. Kemudian baru ditambahkan taburan serundeng kelapa.

Baca juga: Pria Asal Bengkalis Riau Lamar Wanita Bulukumba dengan 2 Keping Bitcoin Bernilai Rp 1,6 M

"Biasanya ketupat ini akan dijumpai disetiap rumah masyarakat Bengkalis yang merayakan lebaran di hari pertama. Apalagi di Bengkalis ini ada tradisi rombongan saat hari pertama lebaran" terangnya.

Tradisi rombongan yakni tradisi berkunjung dari ke rumah ke rumah secara beramai ramai. Biasanya dilakukan setelah solat Ied jemaah masjid langsung berkunjung bersama sama dari rumah ke rumah jamaah.

"Biasanya juga dilakukan juga antar keluarga maupun teman tradisi rombongan ini. Saat kunjungan inilah tuan rumah biasanya menyajikan ketupat serundeng sebagai makanannya," ungkap Rahmi

Namun sejak pandemi ini, lebaran tahun lalu kegiatan rombongan ditiadakan. Sehingga ketupat yang dibuat hanya untuk konsumsi keluarga saja dan diantarkan ke tetangga terdekat.

"Kalau masa sebelum Covid 19 satu rumah bisa menyediakan ketupat sebanyak 200 porsi. Karena pasti ramai keluarga, tetangga dan teman teman datang berkunjung," tambahnya.

Baca juga: Bupati Bengkalis Kasmarani

Rahmi yang juga menerima pesanan ketupat lebaran juga merasakan dampak dari Covid 19 ini. Biasanya menjelang lebaran dirinya menerima pesanan untuk pembuatan ketupat.

"Tapi tahun kemarin karena pandemi tidak ada pesanan. Tahun ini juga sepertinya belum ada, biasanya jauh jauh hari sebelum lebaran ada yang memesan, sampai sekarang belum ada," ungkapnya.

Pesanan diterimanya bisa ketupat saja, serundeng maupun gulai ayam merah kalio juga. Bahkan kadang banyak juga yang memesan satu paket lengkap sekaligus ketupat, gulai serta serundengnya.

"Kalau lebaran kemarin sama sekali tidak ada pesanan ketupat yang kami terima. Mungkin karena tidak ada kegiatan rombongan itu makanya orang lebih banyak buat makanan sendiri untuk keluarga," terangnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved