Covid-19 di Riau Bertambah 479 Kasus Positif, Rabu 28 April 2021

Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 479 Kasus Positif pada, Rabu (28/4/2021).

Editor: Aan Ramdani
covid.go.id
Ilustrasi Covid-19 


Covid-19 di Riau Bertambah 479 Kasus Positif, Rabu 28 April 2021

 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 479 Kasus Positif pada, Rabu (28/4/2021).


Jika dibandingkan pada hari sebelumnya angka tersebut mengalami kenaikan. Pada Selasa (27/4/2021) tercatat penambahan sebanyak 383 kasus.

Dengan ada penambahan tersebut, maka total kasus Covid-19 di Riau sudah tembus diangka 43.163 kasus. Kemudian untuk pasien yang sembuh ada penambahan 271 orang. Sehingga total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Riau sebanyak 37.662 kasus.

Sedangkan untuk total pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Riau ada penambahan sebanyak 11 orang. Sehingga total pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 sejak pandemi ini masuk ke Riau hingga saat ini sudah mencapai sebanyak 1.060 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 ini pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Sebab saat ini masyarakat sudah mulai abai terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Resmi Persunting Fatimah Az Zahra Salim Barabud

Mimi menegaskan, selagi masyarakat tidak mematuhi prokes, kasus positif di Riau akan terus terjadi. Tidak ada jalan lain selain patuhi prokes dan disiplin.

“Kenaikan kasus positif COVID-19 ini, tidak terlepas dari semakin banyaknya masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan, walaupun sudah setiap saat diingatkan untuk mematuhi prokes, dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan,” kata Mimi.

Dijelaskan Mimi Yuliani, klaster keluarga masih menjadi kasus tertinggi di Riau, jika dalam satu keluarga terdapat kasus positif, selanjutnya dilakukan tracing kontak erat, dan hasilnya dalam satu keluarga terkomfirmasi positif. Hal ini terjadi karena ketidak patuhan masyarakat terhadap prokes.

“Masih banyak dari klaster keluarga, dan hasilnya dari tracing ini makanya terdeteksi banyak kasus positif. Kemudian, pemeriksaan pada saat perjalanan, secara sendirinya terdeteksi hasil rapid antigennya positif. Kalau untuk swab mandiri sekarang tidak begitu banyak, tapi dari pemeriksaan rapid antigen banyak terkomfirmasi,” kata Mimi.

Mimi mengungkapkan, kluster keluarga menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Riau. Sebab saat ini terjadi penularan yang cukup cepat di lingkungan keluarga. Jika dalam satu keluarga itu ada yang positif, kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah, banyak anggota keluarga yang satu rumah itu yang ikut tertular.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Rumah Sakit di Pekanbaru Kehabisan Ruang ICU

"Bahkan ada yang sampai satu rumah itu tertular semua, jadi ada yang salah dengan pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah," kata Mimi.

Tinggi kluster keluarga ini diduga kuat disebabkan karena pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Atau bisa juga disebabkan karena rumah atau tempat tinggal yang dijadikan tempat isolasi mandiri ini tidak memenuhi syarat.

"Makanya kami minta mereka ini isolasi di tempat yang disiapkan oleh pemerintah. Kalau ditempat isolasi yang siapkan oleh pemerintah kan bisa diawasi oleh petugas, prokesnya jalan, kalau ada apa-apa bisa langsung ditangani oleh petugas kesehatan dan potensi menularkan ke anggota keluarga yang lain bisa dihindari," katanya.

Sementara terkait masih tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Riau, Mimi mengklaim, meningkatnya pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 ini, karena banyaknya lansia yang terpapar COVID-19, dan disertai juga dengan penyakit bawaan yang diderita pasien.

“Ya persentase pasien yang meninggal akibat COVID-19 meningkat. Kasus yang meninggal banyak usia tua 50 tahun ketas. Ada juga yang dibawah 50 tahun, tapi disertai dengan penyakit lain yang diderita pasien,” ujar Mimi.

Baca juga: Profil Rhesa Tri Sigar, Keponakan Prabowo Koban KRI Nanggala-402

Baca juga: Insentif Nakes Covid 19 di Meranti Belum Cair Selama 8 Bulan


--

(tribunpekanbaruwiki.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved