Masjid Syahabuddin di Siak, Masjid Peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Majid Syahabuddin merupakan salah satu objek wisata religi dan sejarah di Siak, Riau peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Masjid Syahabuddin 

“Dari berbagai literatur, arsitektur bangunan masjid merupakan perpaduan bangunan Timur Tengah, Turki dan Melayu,” kata dia.

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

Baca juga: Ini Daftar 12 Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru

Baca juga: Daftar 6 Masjid Tua di Indoensia

Bagian dalam Masjid Syahabuddin di Kabupaten Siak Riau
Bagian dalam Masjid Syahabuddin di Kabupaten Siak Riau (tribunpekanbaruwiki.com)

Arsitektur Pembangunan Masjid Syahabuddin

Masjid Syahabuddin ini berdenah persegi silang, dengan luas bangunan hanya 399.6 m2. Pintu masuk berada di sisi Timur, Utara, dan Selatan bangunan.

Bangunan utama Masjid Syahabuddin ditopang tiang bulat silinder dari beton dengan formasi membentuk lingkaran. Pintu dan jendela bagian atas membentuk lengkung kubah. Lengkung kubah di atas pintu dan jendela pada bagian dalam berhiaskan kaligrafi ayat -ayat Alquran berbahan ekuningan.

Atap masjid berupa atap sirap yang pada bagian puncaknya berbentuk "kuncup teratai". Sementara mihrabnya berukuran tinggi 2,4 m, lebar 104 cm, dan panjang 210 cm. Di dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu bermotif daun, sulur dan bunga.

“Masjid Syahabuddin ini adalah masjid kebanggaan kita masyarakat Siak, sampai saat ini masjid masih terpelihara dengan sangat baik, pengelolaannya saat ini sama dengan masjid pada umumnya yakni ada pengurus,” kata Husni Merza.

Bangunan Masjid Syahabuddin ini telah mengalami perbaikan beberapa kali namun masih tetap mempertahankan bentuk aslinya. Masjid ini telah menjadi saksi sejarah hadirnya Kerajaan Melayu Islam di Siak Sri Indrapura, Propinsi Riau.

Baca juga: Masjid Agung Kuantan Singingi Riau

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu atau Rohul

Masjid ini dibangun pada 1926 M pada masa Sultan Al Said Al Kasyim Abdul Jalil Saifuddin, (Sultan Syarif Kasim II), merupakan Raja Kerajaan Siak yang terakhir. Nama Syahabuddin berasal dari gabungan kata syah dan al-din. Kata syah berasal dari bahasa Persia yang berarti penguasa, sedangkan kata al-din berasal dari bahasa Arab yang berarti agama.

“Mungkin penamaan Masjid Syahabuddin dimaksudkan sebagai lambang bahwa Sultan/Raja bukan hanya penguasa negara, melainkan juga sekaligus seorang penguasa agama (Syahabuddin),”
kata Husni Merza.

Usia masjid peninggalan Kerajaan Siak ini mendekati 1 abad. Bangunannya pernah beberapa kali mengalami perbaikan dan penambahan bangunan baru di kanan dan di kiri masjid.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved