Masjid Syahabuddin di Siak, Masjid Peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Majid Syahabuddin merupakan salah satu objek wisata religi dan sejarah di Siak, Riau peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Masjid Syahabuddin 

“Dalam sejarahnya, pembangunan masjid ini dari anggarkan dari khas kerajaan, serta partisipasi berupa infak dan sedekah dari masyarakat, bantuan masyarakat ini dianggap dalam hal penyelenggaraan kegiatan dakwah,” kata dia.

Penampakan mimbar dan mihrab masjid Syahabuddin, Siak Sri Indrapura.
Penampakan mimbar dan mihrab masjid Syahabuddin, Siak Sri Indrapura. (tribunpekanbaruwiki.com)

Baca juga: Melihat Istana Rokan di Kabupaten Rokan Hulu Riau

Baca juga: Selesai Dipugar, Istana Peraduan Sultan Syarif Kasim II Akan Dibuka Untuk Umum

Setelah masjid didirikan, maka Sultan Siak langsung mengangkat Takmir atau pengelola/pengurus masjid. Pada zaman itu masjid sudah dikelola dengan manajemen yang modern.

“Berarti Masjid Syahabuddin ini telah mencontohkanu pengelolaan yang benar dan moder sejak zaman kesultanan. Ini menjadi spirit bagi kita saat ini,” kata dia.

Kehadiran masjid itu diyakini Husni telah menjadi cara untuk syiar agama Islam, sehingga dapat berkembang secara baik di daerah kekuasaan Kesultanan Siak.

Untuk menjadi Imam pada masa itu, persyaratannya cukup berat, yakni lulus tes oleh Qadi Siak di zaman Sultan pada masa itu. Kepengurusan Masjid Syahabuddin dikoordinir oleh Sultan Siak.

“Maka yang menjadi imam dan Khatib digaji oleh Sultan Siak. Di antara mereka yang berperan adalah H Abdul Wahid, Tuan Lebay Abdul Muthalib dan Imam Suhel,” kata Husni.

Menurut Husni, pada sejarahnya ada yang lebih unik pada saat pembangunannya. Untuk menegakkan pondasi masjid perlu penimbunan terlebih dahulu. Penimbunan tanah untuk pindasi masjid ini dilakukan oleh kaum ibu secara bergotong royong, pada malam hari.

“Padahal pada masa itu masih berlaku adat pingitan bagi kaum perempuan,” kata dia.

Setelah Indonesia merdeka 8 Agustus 1945, seluruh aset Kerajaan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia, sehingga masjid tersebut dijadikan Masjid Kecamatan. Dengan adanya pemekaran wilayah di Propinsi Riau, Siak menjadi Kabupaten, maka masjid itupun naik status menjadi Masjid Kabupaten. Selain itu Masjid Syahabuddin ini juga menjadi Masjid bersejarah dan masuk ke dalam situs cagar budaya.

“Dari banyak situs cagar budaya masjid Syahabuddin ini adalah salah satu yang terpenting,” kata Husni.

Baca juga: Tumpukan Batu Peninggalan Abad Ke-14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

Baca juga: Wisata Pulau Cinta Teluk Jering di Kampar Riau

Baca juga: Daftar 5 Objek Wisata Religi di Pekanbaru

--

(tribunpekanbaruwiki.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR
936 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved