Masjid Syahabuddin di Siak, Masjid Peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Majid Syahabuddin merupakan salah satu objek wisata religi dan sejarah di Siak, Riau peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Masjid Syahabuddin 

Masjid Syahabuddin di Siak, Masjid Peninggalan Sultan Syarif Kasim II

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Majid Syahabuddin merupakan salah satu objek wisata religi dan sejarah yang berada di Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Masjid Syahabuddin merupakan peninggalan Kerajaan Siak atau Kesultanan Siak. Kini Masjid Syahabuddin ini masuk dalam daftar situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak.

Masjid Syahabuddin terletak di Jalan Sultan Ismail, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Provinsi Riau.

Masjid Syahabuddin ini merupakan masjid kerajaan yang berada sekitar 300 meter dari istana Siak arah ke pinggir sungai.

Selain mempunyai nilai sejarah yang tinggi dalam khazanah kerajaan Melayu, bangunan Masjid Syahabuddin ini juga sangat unik. Bangunan masjid tampak mungil namun terkesan mewah sebagai masjid kerajaan pada masanya. Unik namun mempunyai sentuhan khas Melayu Riau.

Baca juga: Mesjid Hibbah di Pelalawan Riau, Masjid Bersejarah Berusia 86 Tahun

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

Baca juga: Sultan Syarif Kasim II Pahlawan Nasional dari Riau

Mesjid Syahabuddin Siak Sri Indrapura, dibangun pada 1926 M pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II
Mesjid Syahabuddin Siak Sri Indrapura, dibangun pada 1926 M pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II (tribunpekanbaruwiki.com)

Menurut keterangan Ketua Pengurus Masjid Syahabuddin, Husni Merza, Masjid Syahabuddin yang pertama terletak di Jalan Syarif Kasim. Masjid itu dibangun pada 1882 silam, pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim I.

 

“Bangunan masjid Syahabuddin kala itu sangat sederhana, bahan bangunannya juga terbuat dari kayu. Jadi masjid Syahabuddin yang ada sekarang ini dibangun pada masa Sultan Syarif Kasim II,” kata Husni Merza, Jumat (23/4/2021).

Pembangunan Masjid Syahabuddin ini Pada pemerintahan Sultan Syarif Kasim II, yakni tahun 1926 barulah masjid Syahabuddin dipindahkan ke tempat yang sekarang. Masjid ini sudah dibangun permanen.

“Dari berbagai literatur, arsitektur bangunan masjid merupakan perpaduan bangunan Timur Tengah, Turki dan Melayu,” kata dia.

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

Baca juga: Ini Daftar 12 Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru

Baca juga: Daftar 6 Masjid Tua di Indoensia

Bagian dalam Masjid Syahabuddin di Kabupaten Siak Riau
Bagian dalam Masjid Syahabuddin di Kabupaten Siak Riau (tribunpekanbaruwiki.com)

Arsitektur Pembangunan Masjid Syahabuddin

Masjid Syahabuddin ini berdenah persegi silang, dengan luas bangunan hanya 399.6 m2. Pintu masuk berada di sisi Timur, Utara, dan Selatan bangunan.

Bangunan utama Masjid Syahabuddin ditopang tiang bulat silinder dari beton dengan formasi membentuk lingkaran. Pintu dan jendela bagian atas membentuk lengkung kubah. Lengkung kubah di atas pintu dan jendela pada bagian dalam berhiaskan kaligrafi ayat -ayat Alquran berbahan ekuningan.

Atap masjid berupa atap sirap yang pada bagian puncaknya berbentuk "kuncup teratai". Sementara mihrabnya berukuran tinggi 2,4 m, lebar 104 cm, dan panjang 210 cm. Di dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang terbuat dari kayu bermotif daun, sulur dan bunga.

“Masjid Syahabuddin ini adalah masjid kebanggaan kita masyarakat Siak, sampai saat ini masjid masih terpelihara dengan sangat baik, pengelolaannya saat ini sama dengan masjid pada umumnya yakni ada pengurus,” kata Husni Merza.

Bangunan Masjid Syahabuddin ini telah mengalami perbaikan beberapa kali namun masih tetap mempertahankan bentuk aslinya. Masjid ini telah menjadi saksi sejarah hadirnya Kerajaan Melayu Islam di Siak Sri Indrapura, Propinsi Riau.

Baca juga: Masjid Agung Kuantan Singingi Riau

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu atau Rohul

Masjid ini dibangun pada 1926 M pada masa Sultan Al Said Al Kasyim Abdul Jalil Saifuddin, (Sultan Syarif Kasim II), merupakan Raja Kerajaan Siak yang terakhir. Nama Syahabuddin berasal dari gabungan kata syah dan al-din. Kata syah berasal dari bahasa Persia yang berarti penguasa, sedangkan kata al-din berasal dari bahasa Arab yang berarti agama.

“Mungkin penamaan Masjid Syahabuddin dimaksudkan sebagai lambang bahwa Sultan/Raja bukan hanya penguasa negara, melainkan juga sekaligus seorang penguasa agama (Syahabuddin),”
kata Husni Merza.

Usia masjid peninggalan Kerajaan Siak ini mendekati 1 abad. Bangunannya pernah beberapa kali mengalami perbaikan dan penambahan bangunan baru di kanan dan di kiri masjid.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved