Ramadhan

Kebutuhan Uang Tuna di Riau Selama Ramadahan dan Idul Fitri 2021 Rp 4,5 Triliun

Kebutuhan uang tunai di Riau priode Ramadhan dan Idul Fitri 2021 sebesar Rp 4,5 Triliun atau meningkat 29,3 persen jika dibadingkat tahun 2020 lalu

Tribunews/Jeprima
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya atau THR Wajib diberikan paling lambat 7 hari sebelum hari Raya Idul Fitri 

Kebutuhan Uang Tuna di Riau Selama Ramadahan dan Idul Fitri 2021 Rp 4,5 Triliun

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Kebutuhan uang tunai atau uang kartal di Provinsi Riau priode Ramadhan dan Idul Fitri 2021 sebesar Rp 4,5 Triliun atau meningkat 29,3 persen jika dibandingkan dengan kebutuhan tahun 2020 lalu.

Terkait dengan perkiraan kebutuhan uang tunai tersebut Bank Indonesia Riau sudah mempersiapkan dan menjaga ketersediaan uang tunai tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau Decymus mengatakan, kenaikan kebutuhan uang tunai tersebut melihat aktivitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat sejak pandemi covid-19 jika dibandingkan tahun lalu.

Proyeksi kenaikan kebutuhan uang kartal ini telah memperhatikan asumsi besaran ekonomi makro yang meliputi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi. Selain itu juga mempertimbangkan data historis outflow, kebijakan pemerintah dan kondisi terkait penyebaran pandemi Covid-19.

Menurut Decymus, Bank Indonesia juga melakukan manajemen stock dengan menerima pengiriman tambahan kas dari Kantor Pusat Bank Indonesia sebelum Ramadhan 1422H dan melakukan koordinasi dengan perbankan untuk memastikan kebutuhan uang tunai tersedia dalam jumlah yang cukup, pecahan sesuai kebutuhan, dan kualitas yang layak edar.

Baca juga: Karena Zoana Merah, Masjid di 2 RW di Pekanbaru Tutup Sementara

"Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas akan kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia berkerja sama dengan perbankan dalam melayani penukaran uang yang tersebar di 77 jaringan kantor bank wilayah kerja Provinsi Riau," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau Decymus kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (16/4/2021).

Kemudian tambahnya, Bank Indonesia juga berupaya memberikan layanan optimal dengan mendistribusikan uang tunai melalui 3 titik Kas Titipan yang berada di Selat Panjang, Pasir Pengaraian dan Rengat serta layanan penukaran terbatas melalui kas keliling wholesale di Bagan Siapi-api, Tembilahan, Bengkalis, dan Dumai. Semua kegiatan ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Bank Indonesia kata Decymus lagi, juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) melalui penukaran di jaringan kantor bank. UPK yang diterbitkan setiap 25 tahun sekali ini dapat digunakan untuk bertransaksi (berbelanja), berbagi THR saat lebaran, media mengenalkan kebudayaan, dan disimpan sebagai koleksi.

"Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri keaslian uang Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan dan identitas negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenali fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebgai bentuk Paham Rupiah," ucap Decymus.

Baca juga: Selesai Dipugar, Istana Peraduan Sultan Syarif Kasim II Akan Dibuka Untuk Umum

Baca juga: Proyek Preservasi Jalan Lintas Timur di Riau Senilai Rp 585,3 Miliar dengan Skema KPBU

Baca juga: Daftar Event yang Akan Digelar Mal Pekanbaru Selama Ramadhan 1442 Hijriyah

Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved