Gubernur Riau Izinkan Masyarakat Mudik Lebaran 2021, Tapi Hanya Antar Kota

Gubernur Riau Syamsuar mengizinkan masyarakat Riau untuk melakukan mudik lebaran tahun 2021.Namun hanya mudik antar kota/kabupaten dalam Provinsi

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
Penumpang Bandara Sultan Syarif Khasim II Pekanbaru saat arus mudik lebarang tahun 2019 lalu 

Gubernur Riau Izinkan Masyarakat Mudik Lebaran 2021, Tapi Hanya Antar Kota

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengizinkan masyarakat Riau untuk melakukan mudik lebaran tahun 2021 ini. Namun mudik yang diperbolehkan tersebut adalah mudik antar kota atau kabupaten dalam provinsi.

"Mudik lokal boleh, misal dari Pekanbaru ke Bagan (Rokan Hilir) atau ke Selatpanjang itu boleh. Mudik yang tidak boleh itu antar provinsi," kata Gubri Syamsuar, Rabu (14/4/2021).

Gubri Syamsuar menegaskan, larangan mudik lebaran antar provinsi akan diberlakukan mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Selama larangan mudik ini berlangsung, maka masyarakat tidak diperbolehkan melakukan mudik antar provinsi.

"Jadi mulai tanggal 6 Mei itu orang Riau keluar tak bisa, begitu juga sebaliknya orang masuk Riau tak bisa. Nanti akan diperiksa di posko penyekatan perbatasan provinsi," katanya.

Tahun ini Pemprov Riau bersama instansi terkait akan mendirikan posko diperbatasan pintu keluar - masuk Riau dengan provinsi tetangga. Setidaknya ada enam posko penyekatan antisipasi mudik lebaran tahun 2021 yang akan didirikan di perbatasan.

"Untuk mengantisipasi mudik lebaran nanti ada penyekatan-penyekatan, nanti kita koordinasi dengan pak Kapolda dimana lokasi penyekatan," kata Syamsuar.

Baca juga: Catat!  Daftar 6 Titik Posko Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021 di Riau

Gubri mengatakan, seperti tahun lalu penyekatan mudik lebaran untuk perbatasan Riau-Sumatera Barat terdapat dua posko, yang lokasinya ada di Kabupaten Kampar dan Kuansing.

"Kemudian ada posko di perbatasan Riau-Sumatera Utara, itu ada di Rokan Hilir dan Rokan Hulu (Rohul). Di Rohul ini juga ada perbatasan dengan Pasaman Sumbar, ini juga harus dilakukan penyekatan," terangnya.

Selain itu, lanjut Gubri, ada juga penyekatan di perbatasan Riau-Jambi. Dimana lokasi penyekatan berada di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Kami mengusulkan ke pak Kapolda setidak-tidaknya ada enam titik lokasi penyekatan itu untuk mengantisipasi arus mudik yang melalui jalur darat," sebutnya.

Lebih lanjut Gubri mengatakan, untuk waktu penyekatan antisipasi mudik lebaran sendiri akan diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021.

"Itu sudah kita sampaikan ke pak Kapolda, nanti anggota pak Kapolda akan melakukan survey dahulu bersama Satpol PP dan Dishub Riau, sehingga dari sana baru kita ketahui dimana posisi posko penyekatan pelarangan," katanya.

Gubri menegaskan, sesuai intruksi Menteri Perhubungan, petugas di posko penyekatan perbatasan juga diperbolehkan memutar balik kendaraan yang akan melakukan mudik lebaran.

"Namun ada pengecualian yang boleh melintasi posko penyekatan. Misalnya kendaraan angkutan sembako, barang penting, orang sakit dan kedinasan. Jadi sudah ada pengecualian yang disampaikan Menteri Perhubungan, dan ini jadi acuan kita untuk putur balik kendaraan," katanya.

Baca juga: Sejumlah Senjata Memtaikan Jika Digunakan Perang Dunia III

Baca juga: Kalender Pariwisata Riau 2021 Resmi Diluncurkan, Ada 73 Ivent di Riau

Baca juga: Daftar 32 Kelurahan Zona Merah Penyebaran Covid-19 di Pekanbaru

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved