Foto: Kenakan Pakaian Adat, Mahasiswa Universitas Riau Sosialisasikan Vaksin Covid-19

Mahasiswa Universitas Riau mensosialisasikan vaksin covid-19 aman dan halal di salah satu Pasar Rakayat di Pekanbaru dengan mengenakakan pakaian adat.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
Mahasiswa Universitas Riau mensosiaslisasikan vaksin covid-19 aman disalah satu Pasar Rakyat di Pekanbaru
tribunpekanbaru.com/Doddy Valdimir
Mengenakan pakaian daerah Mahasiswa Universitas Riau sosialisasikan vaksi covid-19 aman
tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
Sosialiasi Mahasiswa Universitas Riau ajak masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan di Pasar Rakyat, Kamis (1/4/2021)

Foto: Kenakan Pakaian Adat Mahasiswa Universitas Riau Sosialisasikan Vaksin Covid-19

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Suasana sedikit berbeda terlihat di Pasar Rakyat, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (1/4/2021).

Terlihat sejumlah mahasiswa Universitas Riau yang mengenakan pakaian daerah dan membawa poster yang bertuliskan tentang vaksinasi covid-19 dan penerapan protokol kesehatan.

Aksi tersebut memang merukan bentuk sosialisasi para mahasiswa untuk mengajak masyarakat, terutama pedagang dan pembeli untuk mendukung program vaksinasi covid-19.

Kehadiran para mahasiswa ini untuk meyakinan masyarakat bahwa vaksin covid-19 aman dan halal.

Sementra itu, pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Riau hingga saat ini masih terus berjalan.

Realisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok Lanjut Usia (Lansia) di Provinsi Riau masih rendah. Hingga saat ini bahkan realisasi masih dibawa 5 persen.

"Capaian vaksinasi untuk lansia memang masih rendah, masih 1,5 persen dari target sasaran sebanyak 582 ribu orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (31/3/2021)

Masih rendahnya realisasi pelaksanaan vaksinasi di Riau Pemprov Riau mengimbau agar masyarakat yang anggota keluarganya ada yang berusia diatas 60 tahun agar dapat membawanya ke fasilitas layanan kesehatan.

"Jangan takut, karena vaksinasi ini aman untuk lansia," ujarnya.

Mimi mengungkapkan, untuk Lansia memang perlakuanya agak sedikit berbeda dengan penerima vaksin yang usianya dibawah 60 tahun. Dalam pelaksanaanya, petugas membutuhkan kehati-hatian dalam memvaksin para Lansia. Sebab dari sisi usia mereka sudah berumur, sehingga kondisi kesehatanya pun tidak bisa disamakan dengan yang masih muda.

"Makanya untuk Lansia ini tidak bisa dilaksanakan di tempat-tempat umum, harus di fasilitas layanan kesehatan, baik di Puskemas maupun di rumah sakit. Tujuanya jika terjadi gejala yang membutuhkan tindakan medis itu bisa langsung ditangani di rumah sakit atau puskemas tempat mereka ini divaksin," katanya.

--

sumber: tribunpekanbaru.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved