Nilai Ekspor di Riau Bulan Februari 2021

Nilai Ekspore di Riau mengalami penurunan untuk bulan Februari 2021 jika dibandingan dengan nilai ekspore pada bulan Januari 2021.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Pengusaha Riau tengah memperlihatkan kerang dara, kerang keris dan siput macan kualitas ekspor saat acara Bulan Bhakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan di Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Pekanbaru, Senin (1/7/2019). 

Nilai Ekspor di Riau Bulan Februari 2021

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Nilai Ekspore di Riau mengalami penurunan untuk bulan Februari 2021 jika dibandingan dengan nilai ekspore pada bulan Januari 2021.

Untuk bulan Januari 2021 lalu tercatat nilai Ekspore Riau US$ 1,54 miliar. Sedangkan pada Februari 2021 turun hingga 27,83 persen menjadi US$ 1,11 miliar.

Kepala BPS Riau Misfaruddin mengatakan penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 19,65 persen dan sebesar 28,75 persen.

"Ekspor migas dari US$ 155,21 juta bulan Januari 2021 turun menjadi US$ 124,72 juta pada Bulan Februari 2021. Kemudian ekspor non migas dari US$ 1,38 miliar bulan Januari 2021 turun menjadi US$ 984,33 juta pada bulan Februari 2021," ujar Kepala BPS Riau Misfaruddin kepada tribunpekanbaruwiki.com, Jumat (19/3/2021).

Dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar bulan Februari 2021 dibanding Januari 2021, enam golongan mengalami penurunan, yang terbesar yaitu Lemak & Minyak Hewan/Nabati sebesar US$ 369,85 juta, Bubur Kayu (pulp) US$ 33,90 juta, dan Berbagai Produk Kimia US$ 25,02 juta.

"Sedangkan empat golongan mengalami kenaikan, yang terbesar yaitu Kertas dan Karton sebesar US$ 19,50 juta, Bahan Kimia Organik US$ 17,42 juta, dan Serat Stapel Buatan US$ 1,64 juta," ucap Misfaruddin.

Sementara itu jelas Misfaruddin, selama bulan Januari - Februari 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 21,02 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Hal itu disebabkan oleh naiknya ekspor migas sebesar 34,17 persen dan ekspor non migas sebesar 11,75 persen," ungkapnya.

Kenaikan ekspor migas itu kata Misfaruddin lagi, disebabkan oleh adanya ekspor minyak mentah, meskipun ekspor industri pengolahan hasil minyak mengalami penurunan sebesar 27,25 persen.

"Selama Januari - Februari 2021, ekspor 10 golongan barang utama non migas memberikan kontribusi sebesar 99,11 persen terhadap total ekspor non migas," ujar Misfaruddin.

Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama non migas tersebut mengalami kenaikan sebesar 12,48 persen terhadap periode yang sama tahun 2020.

--

(Sumber: tribunpekanbaru.com)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved