Kisah Petugas Padamkan Karhutla di Kuala Kampar Pelalawan

Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau terus diupayakan oleh tim gabungan

Editor: Aan Ramdani

Kisah Petugas Padamkan Karhutla di Kuala Kampar Pelalawan

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau terus diupayakan oleh tim gabungan hingga Minggu (14/03/2021).

Titik api muncul di dua desa yakni Desa Sokoi dan Tanjung Beringin sejak empat hari yang lalu. Karhutla di Tanjung Beringin terus bertambah menjadi empat titik dengan lokasi yang berbeda namun jaraknya tidak jauh. Tim Rayon kecamatan Kuala Kampar berserta polsek dan masyarakat setempat mengatasi Karhutla tersebut.

Sedangkan Karhutla yang terdeteksi di Sungai Solok cukup besar yang belum berhasil dipadamkan sejak tiga hari. Tim gabungan yang dikirim dari Pangkalan Kerinci masih berjibaku di lokasi, terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Operasi pemadaman dilanjutkan untuk mematikan si jago merah yang melalap lahan kosong berisi semak belukar.

"Pemadaman fokus di Sokoi karena apinya sangat besar, bahkan terlihat dari kejauhan kalau menyeberang laut," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Abu Bakar, Minggu (14/03/2021).

Baca juga: Desa Teluk Latak Bengkalis Kembangkan Batik Tenun Motif Pucuk Rebun

Menurut Abu Bakar, api muncul pada Rabu (10/03/2021) sore pekan lalu. Kemudian tim gabungan dari markas utama di Pangkalan Kerinci dikirim pada Kamis (11/03/2021) pagi dan tiba sore hari di Kelurahan Teluk Dalam, Kuala Kampar. Pada Jumat (12/03/2021) dimulai operasi pemadaman ke Desa Sokoi setelah menginap satu malam di Teluk Dalam.

Tim gabungan harus menggunakan Speedboat atau transportasi air lainnya, karena lokasinya cukup jauh dan harus melalui laut. Saat berangkat dari dermaga Penyalai, Kuala Kampar, asap hitam membumbung ke langit sudah kelihatan dari yang jauh. Jarak tempuh yang jauh dengan membawa berbagai peralatan menjadi kendala bagi petugas.

"Perjalanan memakan waktu hampir dua jam ke lokasi Karhutla. Berarti pulang dan pergi empat jam," tambah Abu Bakar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan ini menyebutkan, petugas tidak menginap di lokasi Karhutla. Tetapi pulang kembali ke Penyalai dan bermalam di ibukota Kecamatan Kuala Kampar itu. Demikian aktivitas pemadaman yang dijalani petugas selama tiga hari ini.

Baca juga: Heboh, Polisi Sumbar Tembak Seorang Wanita di Pekanbaru

Pada hari kedua operasi, personil gabungan yang bertugas memadamkan lahan gambut tersebut sempat terkepung asap tebal beberapa kali di lokasi. Api yang membakar semak belukar berhasil dipadamkan dan menyisakan asap, dilanjutkan dengan pendinginan. Saat mendingin areal kebakaran, angin berhembus kencang dan mengipas tunggul kayu serta bara api yang tersisa.

Alhasil mengeluarkan asap tebal dan personil sekam terjebat diantara kabut. Membuat jarak pandang sangat minim karena dikepung asap dan menyesakan dada karena sulit bernafas. Tentu hal ini mengancam keselamatan dan nyawa para personil di lapangan.

"Soalnya angin laut berubah-ubah arahnya. Anggota yang mengejar ke kepala api, terhalang angin yang berhembus ke petugas," jelas Abu Bakar.

Beruntung kondisi itu tak berlangsung lama dan api tak sempat menyala lagi di antara lahan tempat para petugas berdiri. Tak ada korban luka dari petugas ada di lokasi dan kondisinya masih bisa dikendalikan dengan prosedur pemadaman yang dilatih selama ini.

"Saya tegaskan ke anggota agar mengutamakan keselamatan dalam bekerja. Memang kondisi yang dihadapi selalu seperti itu jika pemadaman di daerah pesisir," tandas Abu Bakar.

Baca juga: Menyusuri Keindahan Pantai Terumbu Mabloe di Indragiri Hilir, Riau

Baca juga: FOTO: Pemadaman Kebakaran di Lahan Gambut Desa Rimbo Panjang Kampar Riau

--
(tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved