Tinggalkan Anak Istri, Oknum Polsi di Siak Dilaporkan Ke Polda Riau

Pesta Br Pangaribuan dan anaknya bernama Mario Simamora sudah 6 tahun ditelantarkan dan tidak dinafkahi oleh sumainya yang merupakan anggota polisi

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Pesta Br Pangaribuan dan anaknya Mario Simamora memprlihatkan surat keputusan Polres Siak kepada wartawan, Senin (8/3/2021). (tribunpekanbaru.com/Mayonal Puetra) 

Tinggalkan Anak Istri, Oknum Polsi di Siak Dilaporkan Ke Polda Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Sungguh malang nasib ibu dan anak ini, namanya Pesta Br Pangaribuan dan anaknya bernama Mario Simamora masih berusia 6 tahun.

Keduanya merupakan warga Pasar Minggu, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.

Pesta Br Pangaribuan tampak terisak saat membimbing anaknya sepulang dari Mapolda Riau, Senin (8/3/2021).

Sebab, Pesta Br Pangaribuan merasa belum mendapatkan keadilan dari sanksi yang dijatuhkan Polres Siak kepada suaminya, oknum polisi yang betugas di Polres Siak.

Berdasarkan penjelasan Pesta kepada tribunpekanbaru.com ia dan anaknya sudah bertahun-tahun ditinggal oleh sang suami dan tidak di nafkahi.

Baca juga: Pedagang Pasar Wisata Pasar Bawah Pekanbaru Antusis Suntik Vaksin Covid-19

“Saya menyesalkan keputusan Polres Siak yang hanya memberikan sanksi teguran tertulis dan dan penempatan dalam tempat khusus selama 7 hari terhadap suami saya. Padahal suami saya sudah menelantarkan saya selama 6 tahun,” kata Pesta kepada tribunpekanbaru.com.

Pesta menceritakan, suaminya Ipda Desman Simamora (55) bertugas di Polres Siak. Desman tidak memberikan nafkah kepadanya serta kepada anaknya selama 6 tahun. Untuk membesarkan si buah hati, ia telah melakukan pekerjaan apapun selama ini. Bahkan ia rela menjadi pembantu rumah tangga dengan upah Rp 600 ribu per bulan, asalkan anaknya dapat makan.

“Kemudian saya mendengar dia menikah lagi dengan orang Duri, sementara dia tidak pernah menafkahi kami,” kata Pesta.

Karena itu, Pesta memberanikan diri mendatangi Polda Riau di Pekanbaru. Pertama datang dan membuat laporan pada November 2019 lalu. Pihak Polda menindaklanjuti laporan itu sehingga diturunkan penangannya ke Polres Siak. Sebab, Desman bertugas di Polres Siak.

“Pada Februari 2021, keluar keputusan dari Polres Siak (nomor : Kep/17/II/2021), di sana hukumannya hanya teguran tertulisa dan penjara 7 hari. Sementara keadilan untuk anak saya tidak ada,” kata dia.

Surat keputusan pelanggaran inomor : Kep/17/II/2021 kep itu diperlihatkan Pesta kepada tribunpekanbaru.com. Keputusan itu ditandatangani oleh Kepala Bagian sumber daya Polres Siak selaku pimpinan sidang, Kompol Agus Sibarani, SH.

“Tadinya saya berharap, agar efek jera bagi suami saya, kemudian ditetapkan agar suami saya bertanggungjawab atas masa depan anak saya, namun keputusan seperti itu tidak terjadi. Saya kecewa karena itu saya mendatangi kembali Polda Riau untuk mengatakan tidak puas dengan keputusan Polres Siak,” kata dia.

Baca juga: Mengenal Sosok Eko Wibowo, Tokoh Muda Pendidikan Riau

Pesta menguraikan penderitaannya sejak menikah dengan Desman. Jangankan menjadi Ibu Bhayangkari, untuk makan sehari-hari saja ia amat kesulitan.

“Pada 2014 kami menikah di gereja pentakosta Pasarminggu, Kandis Kota. Pada tahun yang sama anak kami lahir, tetapi suami saya tidak mau memegang anaknya itu, darah dagingnya sendiri,” kata dia.

Saat pertama anaknya lahir, Desman sempat pulang. Kemudian pergi lagi dan pulang saat anaknya berumur sebulan. Setelah pergi lagi selama setahun baru pulang sekali. Kemudian sejak itu pergi kembali dan tidak pernah lagi pulang serta tak pernah mengirimi uang.

“Saya berjuang sendiri sampai saat ini menjadi pembantu rumah tangga. Selama ini saya telepon dia minta dikirimi uang untuk anaknya, jawabannya selalu tak ada uang. saya heran apa benar seorang anggota polisi tak ada uang. Eh ternyata dia menikah lagi sama orang Duri tanpa sepengetahuan saya,” kata Pesta.

Ia berharap agar Kapolda dan Kapolres Siak mendengarkan keluhannya tersebut. Sebab ia memperjuangkan keadilan untuk anaknya yang telah menginjak usia 5 tahun. Ia khawatir jika buah hati satu-satunya tersebut tidak mendapatkan hak-hak pendidikan, kesehatan dan lain-lain secara maksimal.

“Saya memang orang tidak bersekolah tinggi, orang tidak berpunya, tentu harusnya suami saya menyadari ini agar dia bisa memberikan hak atas masa depan anaknya,” kata dia.

Pesta juga akan menyurati Kapolda Riau agar pesannya bisa sampai. Supaya tidak ada lagi oknum Polri seperti Desman, yang tega menelantarkan istri dan anaknya sendiri.

“Saya minta kepada Kapolda Riau, agar Kapolda Riau betul- betul memperhatikan anak saya, anaknya anggota Polri Ipda Desman Simamora, yang diterlantarkan selama 5 tahun,” kata dia.

Baca juga: Cindi Chinora, Petinju Wanita Asal Indragiri Hulu Riau

--

(tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved