Tengku Said Eka Nusirhan, Warga Siak Riau Dirikan Rumah Produksi Minyak Atsiri

Tengku Said Eka Nusirha, warga kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau yang mendirikan Rumah Produksi Minyak Atsiri

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Tengku Said Eka Nusirhan saat menyambut kedatangan anggota DPD RI asal Riau Insiawati Ayus yang ingin melihat rumah produksi minyak atsirih 

Tengku Said Eka Nusirhan, Warga Siak Riau Dirikan Rumah Produksi Minyak Atsiri

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tengku Said Eka Nusirha, ia merupakan warga kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau yang memberanikan diri membuat Rumah Produksi Minyak Atsiri.

Rumah produksi tersebut Tengku Said Eka Nusirha beri nama Rumah Produksi UMAR kepanjangan dari Usaha Minyak Atsiri Riau.

Saat ini Tengku Said Eka Nusirha mulai menyuling minyak dari bahan baku nabati serai wangi (Cymbopogon nardus).

Kepada tribunpekanbaru.com, Tengku Said Eka Nusirha mengatakan peluang untuk mengembangkan minyak atsiri di Kabupaten Siak, Riau cukup besar.

"Kita melihat peluang yang besar dalam pengembangan minyak atsiri ini di kabupaten Siak, selain itu kita juga ingin mengurangi hegemoni sawit dengan tanaman ramah lingkungan,”jelas Tengku Said Eka Nusirha, Jumat (5/3/2021).

Tengku Said Eka Nusirha melihat dominasi sawit terlalu besar sehingga tidak heran bila banyak masyarakat menanam kelapa sawit hingga ke pekarangan rumahnya.

“Ini sekarang yang kita coba mengintervensi untuk tanaman ramah lingkungan. Masyarakat bisa menanam serai wangi atau komoditas ramah lingkungan lainnya di pekarangan rumahnya namun memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” kata Tengku Said Eka Nusirha.

Baca juga: Kisah Penjual Dawet di Pekanbaru, Jual Sepeda Motor Untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Baca juga: Herman Siswanto, Petani Asal Siak Riau Sukses Jadi Petani Holtikultura

Menurut Eka, ada banyak komoditas untuk minyak atsiri di Siak yang dapat dikembangkan. Bagitu dia mulai menyuling serai wangi maka ia membutuhkan bahan baku yang lebih banyak. Ia bisa membeli tanaman pekarangan di rumah -rumah masyarakat untuk memenuhi kapasitas mesin sulingnya.

“Sebenarnya ini bukan proyek profit oriented, namun sesuai dengan keinginan kita bagaimana masyarkaat diintervensi agar mengelola lingkungan dengan tanaman ramah lingkungan,” kata Tengku Said Eka Nusirha.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved