Kisah Penjual Dawet di Pekanbaru, Jual Sepeda Motor Untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Sukimin merupakan seorang penjual dawet khas solo yang diberi nama Es Dawet Aren Pak Min.

tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani
Es Dawet Aren Pak Min di Simpang Jalan Rupat - Jalan Diponegoro Pekanbaru 

Kisah Penjual Dawet di Pekanbaru, Jual Sepeda Motor Untuk Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Dari kejauhan terlihat Sukimin sedang menata dan merapikan dagangannya, tak lama kemudian ia duduk dengan sorot mata penuh harapan.

Harapan satu setengah gentong es dawet yang ia jajakan hari ini bisa laku dan terjual habis. Sesekali pria yang akrab disapa Pak Min ini mengelap meja kecil yang digunakan sebagai alas mangkuk saat meracik es dawet.

Sebari duduk dan merenung, Pak Min tampak menyaksikan lalu lalang kendaraan yang melintas dihadapannya, seolah dalam hatinya berkata "berhenti dan belilah dawet ku ini".

"Pak De es dawet nya satu posi ya, makan disini aja," pinta tribunpekanbaruwiki.com mengagetkan Pak Min yang sedang melamun.

"Iya mas, tunggu sebentar ya," jawab Pak Min dengan ramah menyambut kehadiran tribunpekanbaruwiki.com

dengan sigap Pak Min meracik Es Dawet Aren khas solo yang ia jual, mulai dari memasukan cendol, tapai ketan, batu es, santan dan gula aren cair.

"Ini Dawet nya mas, silahkan," kata Pak Min sebari menyodorkan semangkuk Es Dawet yang baru saja diracik kepada tribunpekanbaruwiki.com

Profesi sebagai penjual Es Dawet Aren khas solo ini sudah Pak Min jalankan sejak 10 tahun yang lalu.

Baca juga: Mbah Hamid,  Kakek Usia 91 Tahun Semangat Jualan Tempe di Pekanbaru

Baca juga: Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Ia mangkal tepat ditepi jalan, persimpangan Jalan Rupat - Jalan Diponegoro Kota Pekanbaru ( di samping Gedung Dharma Wanita Provinsi Riau).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Aan Ramdani
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved