Warung Dapurasa , Rumah Makan Khas Medan di Pekanbaru

Warung Dapurasa yang berlokasi di Jalan Pinang Nomor 46, Pekanbaru mungkin bisa menjadi pilihan anda untuk mencicipi masakah khas Medan, Sumatra Utara

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Kerang Rebus khas Medan di Warung Dapurasa di Pekanbaru 

Warung Dapurasa , Rumah Makan Khas Meda di Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Warung Dapurasa yang berlokasi di Jalan Pinang Nomor 46, Pekanbaru mungkin bisa menjadi pilihan anda untuk mencicipi masakah khas Medan, Sumatra Utara.

Bagi anda orang Sumatra Utara dan sedang merantau di Pekanbaru dan rindu dengan masakah khas Medan tentu saja bisa menikmati kuliner khas Medan di Warung Dapurasa.

Begitu pula bagi tribuners yang penasaran dengan masakan khas Medan.

"Di Pekanbaru banyak orang Medan. Jadi yang rindu masakan Medan, bisa datang ke sini," ujar dara asal Sumatera Utara ini jelas Titania pemilik Warung Dapurasa kepada tribunpekanbaru.com beberapa waktu lalu.

Satu diantaranya menu khas Medan yang bisa dinikmati di Warung Dapurasa ini adalah Kerang Rebus.

Jauh berbeda dengan Kerang rebus yang sering dijumpai. Biasanya Kerang rebus disajikan dengan kuah supnya.

Berbeda dengan Kerang rebus di Warung DapuRasa yang disajikan tanpa kuah sup rebusannya.
Tania menjelaskan, Kerang direbus dengan bumbu racikan khas Medan. Setelah matang, Kerang ditiriskan.

Pengunjung Warung Dapurasa Jalan Pinang Nomor 46 Pekanbaru
Pengunjung Warung Dapurasa Jalan Pinang Nomor 46 Pekanbaru (Istimewa)

Baca juga: Tiktok Creative Hub Tempat Makan Asyik di Pekanbaru

"Kerang direbus dengan air yang sudah dicampur racikan bumbu rempah. Sekaligus untuk menghilangkan amisnya juga," ujar remaja 16 tahun ini. Tersedia pilihan jenis Kerang Batu atau Kerang Bulu.

Tania menuturkan, pelanggan dapat memilih tingkat kematangan Kerang. Baik yang setengah matang atau Kerang yang direbus sampai benar-benar matang.

Kerang rebus dapat dinikmati dengan sambal cocolan bumbu Nenas Kacang. Rasanya begitu khas. Di Pekanbaru, setahu Tania, sambal nenas kacang khas Medan sejauh ini hanya ada di DapuRasa.

Tetapi, kata Tania, DapuRasa juga menyediakan sambal kecap. Sambal kecap di DapuRasa juga tampak beda. Warnanya tidak menghitam. Sambal ini diracik sendiri dengan campuran gula merah aren sebagai kecapnya. Menu ini dibanderol Rp. 20.000 per porsi.

Selain itu, ada Burung Goreng khas Medan. Burung Puyu dikukus dengan bumbu kuning khas Medan sekitar 30 menit sampai tekstur dagingnya benar-benar lembut.

Menurut dia, burung goreng khas Medan rasanya lebih asin dan agak pedas. Racikannya disesuaikan dengan selera Riau dengan sedikit manis. "(Rasanya) diambil di tengah-tengahnya. Agak pedas dan agak manis. Jadi lebih gurih," jelasnya.

Menu ini disajikan dengan pilihan sambal cocolan. Yakni, sambal kecap dan sambal terasi. Uniknya, ada terung krispi sebagai kudapan pendamping. Irisan terung digoreng dengan lumuran tepung krispi. Tania mengatakan, ini juga terinspirasi dari Medan. Ada juga tahu krispi yang teksturnya sangat lembut.

Menu ini dibanderol Rp. 15.000 per porsi berisi satu ekor burung dan kudapannya. Ditambah nasi dan teh manis dingin, seporsinya menjadi Rp. 25.000.

Roti Jala Kuah Kari Khas Medan di Warung Dapurasa Pekanbaru
Roti Jala Kuah Kari Khas Medan di Warung Dapurasa Pekanbaru (Istimewa)

Roti Jala Kuah Kari

Menu ini tak asing lagi di Pekanbaru. Roti Jala namanya. Tetapi, Warung DapuRasa menyajikan Roti Jala dengan konsep yang berbeda. Baik dari segi teksturnya, maupun selainya.

Tania menyebutkan, roti yang berbentuk seperti jaring ini diadon lebih lembut. Komposisi telur diperbanyak dalam adonannya.

Selain itu, kata Tania, roti jala di Pekanbaru biasanya didampingi selai durian. DapuRasa memberi kuah kari sebagai pendamping yang disajikan di wadah terpisah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved