Banjir Rob di Kepualauan Meranti Riau Jadi Tempat Wisata

Banjir rob fenomena alam yang menjadi tempat wisata di Jalan Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti , Riau

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com/ teddy tarigan
Kondisi saat Banjir Rob di Jalan Dorak, Selatpanjang, Kepulauan Meranti menjadi hiburan bagi sejumlah warga. 

Banjir Rob di Kepualauan Meranti Riau Jadi Tempat Wisata

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Pasang air laut atau banjir rob di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi fenomena alam yang terjadi tiap tahunya.

Banjir rob ini terjadi mulai pemghujung tahun hingga awal tahun. Kondisi ini tentu saja bisa menggangu aktivitas warga yang terdampak, terutama aktivitas ekonomi.

Namun fenomena alam ini tidak memulu dianggap sebagai sebuah bencana. Ternyata kondisi tersebut memiliki arti lain bagi sejumlah warga di Kepulauan Meranti, khususnya di Selatpanjang.

Bukannya menghindar saat air pasang tinggi, masyarakat bahkan berbondong-bondong hingga ratusan orang untuk basah-basahan di ujung Jalan Dorak, Selatpanjang tepatnya yang berdekatan pelabuhan Rakyat.

Kondisi banjir Rob di sana saat pasangan tinggi mencapai hingga setinggi 1 meter. Bukannya menghindar Masyarakat malah menikmati momen itu dengan datang dan basah-basahan di sana.

Saat pasang tersebut, air bisa mencapai 200 meter dari bibir pantai dan menggenangi seluruh pelabuhan di sana.

Tidak hanya para anak-anak, namun para orang tua maupun pemuda juga menikmati kondisi tersebut layaknya sebuah kolam mandi.

Orang-orang yang menikmati momen tersebut tampak bahagia dan senang, karena bisa menghabiskan waktu dengan mandi dengan kondisi alam, mengingat masih banyak pohon-pohon bakau di sekitar.

Baca juga: Ratusan Warga Bersholawat Kelilingi Pulau Topang di Meranti Riau

Baca juga: Perjuangan Petani Sagu Kepulauan Meranti Riau Ditengah Pandemi Covid-19

Paan warga Selatpanjang yang juga sempat membawa anak-anaknya ke sana mengaku bahwa momen tersebut layaknya sebuah Iven tahunan yang harus diikuti.

"Ini sudah seperti Iven tahunan di sini. Kita menikmati anugrah alam saat pasang tinggi datang," ujarnya.

Dirinya mengaku tidak begitu khawatir saat basah-basahan di sana, karena akan langsung membersihkan diri setibanya di rumah.

Mengingat air yang dijadikan ajang hiburan ini merupakan air laut.

Dirinya juga mengatakan hal seperti ini tidak selalu dilakukan, dan tetap melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya yang mandi di sana.

"Ini momen sekali dalam setahun, kita hanya bisa nikmati dan anak-anak suka. Yah pasti kita tetap kontrol saat anak-anak kita bermain." Pungkasnya.

Terkait hal itu Kapolres Meranti AKBP Eko Wimpiyanto SIK juga sempat memberikan pesan Himbauan kepada masyarakat karena saat banjir air laut (banjir rob) terjadi sejumlah tempat memang tergenang dan harus diwaspadai.

"Kerugian secara materiil dan korban jiwa memang tidak ada untuk sementara. Namun kami menghimbau agar masyarakat khususnya orang tua untuk menjaga anaknya tidak bermain-main di air, bahkan saat air pasang arus air semakin kencang dan ini sangat berbahaya," katanya.

Dikatakan Kapolres Meranti, pengawasan terhadap anak-anak itu lebih difokuskan dari orang tua dan dinilai sangat bermanfaat jika orang tua selalu aktif dalam melihat aktifitas anak-anak mereka.

"Tolong dijaga anak-anaknya, dan jangan sampai orang tua lalai akan perilaku anaknya ketika melihat air pasang naik. Ini demi untuk keselamatan kita bersama-sama sehingga peristiwa yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi apabila kita bisa mencegahnya dari awal," terangnya.

Baca juga: Daftar Sembilan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti

Baca juga: Komoditi Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Meranti

Ditambah Kapolres kalau pihaknya sudah melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang seringkali dijadikan tempat anak-anak untuk berenang dan langsung kami suruh pulang.

Ikuti kami di
KOMENTAR
602 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved