Siaga darurat Karhutla, Riau Ajukan Pinjaman 3 Helikopter ke BNPB

Riau mengajukan pinjaman 3 unit helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah status Siaga darurat karhutla ditetapkan

tribunpekanbaru.com
Helikopter untuk operasi water bombing berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin 29 Juli 2019 lalu (foto dok tribunpekanbaru.com/Theo Rizky) 

Siaga darurat Karhutla, Riau Ajukan Pinjaman 3 Helikopter ke BNPB

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Pemerintah Provinsi Riau mengajukan pinjaman 3 unit helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menindak lanjuti ditetapkanya Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau.

Pengajuan 3 unit helikopter tersebut dilakukan pada, Rabu (17/2/2021), guna mencegah dan mengatasi Karhutala yang terjadi di wilayah Provinsi Riau.

Upaya pencegahan biasanya akan dilakukan untuk kegiatan patroli udara, kemudian untuk pemadaman api melalui jalur udara atau water boombing jika terjadi kebakaran lahan.

Kepala BPBD Riau, Edward Sanger, Rabu (17/2/2021) merincikan, dari tiga unit helikopter tersebut, dua unit akan digunakan untuk kegiatan water boombing dua unit dan satu unit untuk patroli. Helikopter tersebut akan dikirimkan ke Riau dalam waktu dekat.

"Jadi untuk tahap awal ini kami minta tiga helikopter dulu, atau sesuai kebutuhan saat ini. Helikopter tersebut akan digunakan untuk water boombing dan patroli udara," katanya.

Baca juga: 12 Polres Dapat Predikat Pelayanan Prima dari Kemenpan RB, Termasuk Pekanbaru

Baca juga: Daftar Harga Kelapa Sawit 17-23 Februari 2021 di Riau, Naik Lagi

Edwar mengungkapkan, selain pengajuan untuk peminjaman helikopter, pihaknya juga saat ini sedang menjalin komunikasi dengan pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Atau melakukan hujan buatan.

"Selain helikopter juga sedang kami usahakan untuk pesawat TMC. Karena saat ini masih memungkinkan untuk dilakukan TMC, terutama di daerah-daerah yang sudah tergolong rawan kebakaran," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau, Senin (15/2/2021). Status siaga darurat Karhutla di Riau diberlakukan hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Penetapan status siaga darurat Karhutla Riau ditetapkan berdasarkan peraturan Gubernur Riau nomor 9 tahun 2020 tentang prosedur tetap kriteria penetapan status keadaan bencana dan komando satuan tugas pengendalian bencana Karhutla di Riau dan situasi tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved