Riau Resmi Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga 31 Oktober 2021

Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (15/2/2021).

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Pemadaman Kebakaran baru-baru ini disalah satu titik karhutla di Riau 

Riau Resmi Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga 31 Oktober 2021

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (15/2/2021).

Status siaga darurat karhutla ini ditetapkan oleh Gubernur Riau, Syamsuar terhitung hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Status siaga darurat karhutla ini ditetapkan oleh Gubernur Riau melalui peraturan Gubernur Riau nomor 9 tahun 2020 tentang prosedur tetap kriteria penetapan status keadaan bencana dan komando satuan tugas pengendalian bencana Karhutla di Riau dan situasi tersebut.

Penetapan status siaga karhuta di Riau ini menyusul sudah ditetapkan status siaga darurat karhutla di Tiga kabupaten, yakni Dumai, Bengkalis dan Rokan Hili (Rohil)

"Maka hari ini status siaga darurat Karhutla Riau resmi saya tetapkan terhitung mulai hari ini 15 Februari 2021 hingga 31 Oktober 2021 mendatang," jelas Gubernur Riau, Syamsuar.

Gubri Syamsuar mengungkapkan, selain ancaman Karhutla, saat ini Riau juga sedang dihadapkan dengan wabah Covid-19. Sehingga dibutuhkan kerja maksimal untuk mencegah dan menangani bencana ini.

"Ditengah ancaman bencana non alam Pandemi Covid-19, saat sampai saat ini masih terjadi dan belum tau kapan akan berakhir, kita juga sedang dihadapkan dengan ancama Karhutla," katanya.

Baca juga: Ada Taman Rusa di Siak Riau

Baca juga: Olahan Seafood di Teras Pakcoy Pekanbaru

Hingga saat ini total luas lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 55,71 hektare yang tersebar empat kabupaten kota. Terluas ditemukan di Kabupaten Siak seluas 33 hektare, kemudian di Bengkalis 17,7 hektare, di Rohil 5 Hektare dan di Dumai 0,01 hektare.

"Dengan ditetapkanya status siaga ini, maka Satgas langsung mempersiapkan diri, baik saranan dan prasaran untuk melakukan pencegahan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan meminta bantuan pemerintah pusat untuk segera melakukan teknologi modifikasi cuaca atau TMC di Riau. Hujan buatan akan difokuskan di wilayah-wilayah yang saat ini sudah mulai berkurang curah hujannya.

"Secepatnya TMC bisa dilakukan di daerah - daerah yang sudah lama tidak hujan, mudah-mudahan bisa segera turun hujan disana, sehingga bisa meminalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, mengatakan, dengan ditetapkanya status siaga darurat Karhutla ini pihaknya bisa melakukan antisipasi sejak awal. Sehingga Karhutla bisa dicegah agar tidak semakin meluas.

"Nanti pemerintah pusat, dalam hal ini adalah BNPB akan melakukan pendampingan terhadap kita dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla di Riau," katanya.

Baca juga: Kampung Melayu Tionghoa di Pekanbaru

Baca juga: Hari Ke 12 Semburan Gas Berlumpur di Pesantren Al Ihsan Pekanbaru

Sejauh ini pihak BNPB pusat sudah menyiapkan sejumlah perlengkapan yang siap dikirim ke daerah jika memang nanti dibutuhkan. Mulai dari perlengkapan pemadaman, hingga mengirimkan helikopter ke Riau.

"BNPB sudah menyiapkan 11 helikopter yang siap untuk dikirim ke daerah. Besok kita akan kirim surat permohonannya ke BNPB, kita akan minta sesuai kebutuhan, tidak 11 unit itu langsung kita minta, tapi cukup beberapa unit saja, disesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.

--
(tribunpekanbaruwiki.com/syaiful misgiono)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved