Ada Taman Rusa di Siak Riau

Taman Rusa yang terletak di bawah jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah Kabupaten Siak Riau

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Kawanan rusa berada di Taman Rusa bawah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah 

Ada Taman Rusa di Siak Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Jika tribuners berkunjung ke Kabupaten Siak tidak hanya bisa berkunjung ke Istana Siak, namun banyak juga lokasi wisata menarik yang bisa dikunjungi seperti Taman Rusa yang terletak di bawah jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah atau sering disingkat jembatan TASL.

Taman Rusa ini sebenarnya hanyalah sebuah taman sejuk yang dihuni oleh kawanan rusa hutan (cervidae).

Taman Rusa lokasinya tepatnya berada disebelah Taman Tengku Agung. Selain dihuni kawanan rusa hutan taman tersebut juga ditumbuhi pohon rindang dan rumput hijau yang bersih.

di lokasi Taman Rusa juga terdapat kolam berair tenang yang ditumbuhi bunga teratai (Nymphaea), adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Sudah pasti pemandangan ini akan menyejukkan mata.

Yang lebih membuatnyaman di bawah pohon-pohon rindang itu, Dinas Pariwisata Siak sudah memasang kursi untuk bersantai bersama keluarga.
Memilih makan siang bersama keluarga dengan membentang tikar di taman ini adalah pilihan menyenangkan bagi warga lokal untuk piknik di akhir pekan.

Di dalam taman ini terdapat taman yang dipagari besi. Nah, ternyata di sanalah kawanan rusa hutan dilepas. Pengunjung bisa dengan bebas melihat kawanan rusa melahap rerumputan atau rusa jantan yang sedang mandi dalam kubangannya.

Taman Rusa ini seperti hutan. Pohonnya tinggi dan semak belukar, namun di sebagian lain terdapat hamparan rumput hijau, kandang rusa dan kubangan yang terbentuk secara alami.

“Seperti taman rusa di istana kepresidenan Bogor. Ternyata Siak punya rusa -rusa bertanduk,” kata Wahyu, warga Siak yang berkunjung ke taman ini, Senin (15/2/2021) sore.

Seekor rusa berita menjulurkan lidahnya untuk meraih rumput yang disuguhkan seorang anak di taman rusa, sebelah kanan bawah jembatan TASL, Siak Sri Indrapura, Senin 15 Februari 2021
Seekor rusa berita menjulurkan lidahnya untuk meraih rumput yang disuguhkan seorang anak di taman rusa, sebelah kanan bawah jembatan TASL, Siak Sri Indrapura, Senin 15 Februari 2021 (tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Kampung Melayu Tionghoa di Pekanbaru

Baca juga: Wildan Asfan Hasibuan, Lansia Pertama di Riau Disuntik Vaksin Covid-19

Informasi yang dihimpun Tribunpekanbaru.com, rusa-rusa ini awalnya berada di pekarangan rumah dinas Bupati Siak. Karena rusa ini berkembang biak dan habitat yang kecil, maka Dinas Pariwisata Siak merelokasi rusa ini ke taman bawah jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Alasannya di taman ini rusa lebih leluasa berlari sebab taman ini lebih luas dibanding pekarangan rumah dinas bupati. Relokasi itu dilaksanakan pada 2017 lalu. Ternyata sudah lama, namun belum sefamiliar spot wisata lainnya di Siak.

Menariknya, untuk bisa melihat rusa dan menikmati angin sepoi di taman ini tanpa ada biaya apapun. Pengunjung hanya disarankan agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampai plastik. Sebab sampah plastik tidak bisa diurai secara alami sehingga dapat merusak tamanan ini. Terlebih lagi jika sampah plastik masuk ke dalam taman yang dihuni rusa, jika dimakan rusa, rusanya bisa sakit.

Selain tidak boleh membuang sampah, pengunjung juga harus mematuhi protokol kesehatan Covid 19 saat berada di sini. Jika tidak, siap-siap ditegur tim Yustisi atau didenda Rp 50 ribu.

Keseruan di taman ini tidak sekadar melihat-lihat atau mengabadikan momen. Pengunjung juga boleh memberikan makan kepada rusa dari balik pagar. Makanan yang diberikan kepada rusa harus makanan yang sehat bagi rusa, seperti rumput atau jagung yang masih muda yang lunak. Selain itu, juga tidak boleh memberikan makanan rusa di luar jadwal
yang ditetapkan petugasnya.

“Jika tak membawa makanan, pengunjung tak perlu risau karena kami sudah menyediakannya. Jadwal makannya pagi, siang dan sore. Setiap hari kita sediakan daun-daun ubi atau keledek," kata Pak De, si penjaga rusa itu.

Pak De mengatakan, taman untuk rusa ini seluas 4 Ha, jumlah rusanya sebanyak 14 ekor. Di dalam taman juga terdapat kolam kecil sebagai tempat minum rusa -rusa itu.

Baca juga: Ekowisata Mangrove di Desa Pangkalan Jambi Bengkalis

Baca juga: Tumpukan Batu Peninggalan Abad Ke-14 Ditemukan di Makam Datuk Gigi Putih Desa Temiang Riau

Menurut Pak De, sudah banyak pengunjung yang datang ke taman itu. Mereka mengabadikan momen saat memberi rusa -rusa itu makan.

“Pada umumnya pengunjung yang datang adalah pengunjung berkeluarga. Jadi anak-anak senang melihat rusa-rusa ini,” kata Pak De.

Pak De juga senang menjaga rusa itu. Pak De juga menyediakan makanan buat si rusa setiap
hari. Ia memastikan kondisi rusa bugar setiap
hari dan jika ada yang sakit Pak De segera mencari tahu penyebab dan penawarnya.

“ya saya sudah lama dipercaya memberi makan rusa ini. Jadi saya sendiri sudah senang dan sayang sama mereka semua. Mudah-mudahan mereka berkembang biak,” kata Pak De.

Di taman rusa yang seperti mini zoo ini, juga ada hewan liar lain yang masuk. Paling rutin adalah kawanan monyet (hominoidea), burung -burung hutan dan biawak (varanus). Maklum, pada dasarnya di Siak adalah hutan rawa gambut yang dihuni banyak primata asli.

“Saya berharap, semua orang menghormati taman ini dan menyayangi rusa-rusanya. Rusa termasuk hewan yang dilindungi, dan kita harus mendukung agar mereka berkembang biak,” kata Pak De.

--
(tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved