Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah Menuju Pahlawan Nasional

Nama Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah yang merulakan Sultan Siak sedang dipersiapakan menjadi pahlawan nasional

tribunpekanbaru.com
Makam Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara 

Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah Menuju Pahlawan Nasional

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah , nama ini tentu saja tidak asing didengar bagi masyarakat Kabupaten Siak.

Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah merupakan Sultan Siak ke-6 yang namanya ini sedang diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak menuju Pahlawan Nasional.

Untuk mengusulkan Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah menjadi pahlawan nasional ada 3 syarat yang telah dipersiapkan.

Petama, daftar riwayat hidup perjuangan calon pahlawan nasional, dalam hal ini tentu daftar riwayat hidup daftar riwayat hidup perjuangan calon pahlawan nasional,

Kemudian yang kedua, biografi daftar riwayat hidup perjuangan calon pahlawan nasional. Kemudian yang ketiga adalah dokumen pendukung calon pahlawan nasional Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah.

Kepala Dinas Sosial Siak Wan Idris mengatakan, sarat lainnya akan diselesaikan dalam waktu dekat sehingga pihaknya segera mengusulkan melalui Gubernur Riau, untuk menjadikan Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah menjadi pahlawan nasional dari Riau.

“Kita juga sudah membuat naskah sejarah Tengku Buwang Asmara, bagaimana perjuangan beliau melawan Belanda yang terkenal dengan perang Guntung di Sabak Auh,” kata Wan Idris kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Baca juga: Wagub Sumbar Nasrul Abit Kagumi Peninggalan Sultan Siak

Wacana pengusulan Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah menjadi pahlawan nasional sudah bergulir sejak 2017 lalu. Pemkab Siak secara internal mulai melakukan pengumpulan bukti hingga membuat naskah sejarahnya.

“Kita memulai langkah dengan menggelar rapat koodinasi bersama Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Ada 13 unsur yang terlibat, seperti sejarawan, budayawan, praktisi, akademisi dan lain-lain. Ini tim independen untuk menelaah sejarah Tengku Buang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah,” kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved