5 Tahun Program Siak Hijau

Siak Hijau ini merupakan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Siak , Provinsi Riau yang diluncurkan secara resmi oleh Mentri KLHK Siti Nurbaya di Siak 2016

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Istana Siak di Kabupaten Siak Riau 

5 Tahun Program Siak Hijau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Siak Hijau ini merupakan sebuah Kebijakan Pemerintah Kabupaten Siak , Provinsi Riau yang diluncurkan secara resmi oleh Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya di Kabupaten Siak.

Program ini diluncurkan Jumat 22 Juli 2016 lalu yang ditandai dengan penandatanganan prasasi Kabupaten Siak Hijau dan juga penanaman 25.00 pohon di Islamic Center Kabupaten Siak oleh Menri Siti Nurbaya dan Bupati Siak Syamsuar saat itu dan dilanjutkan penanaman 7.500 pohon di kecamatan-kecamatan di seluruh Kabupaten Siak.

di tahun 2021 ini Program Siak Hijau ini sudah berjalan 5 tahun

Siak Hijau merupakan program Pemerintah Siak yang mendorong prinsip-prinsip kelestarian dan berkelanjutan dalam pembangunan, pemanfaatan sumberdaya alam (sda) dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Tujuan Siak Hijau

1. Pengelolaan sumberdaya alam untuk sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat (masyarakat) dengan prinsip kelestarian dan berkelanjutan.

2.Kepentingan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah.

3.Pola Pemanfaatan Sumber Daya Alam daerah dilakukan melalui kegiatan Konservasi, Hilirisasi dan Intensifikasi.

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

Baca juga: Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara Sultan Siak Ke-2

Berhasil Turunkan Angka Karhutla di Siak

Dasar utama dan awal dilakukannya kebijakan Siak Hijau ini karena banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla ) di kabupaten Siak.

Setelah 5 tahun berjalan hingga tahun 2021 ini program Siak Hijau dinilai telah berhasil trut serta dalam menurunkan angka Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Siak.

Ketua Tim Koordinasi dan Fasilitaror Siak Hijau sekaligus Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono kepada Tribunpekanbaru.com Senin (8/2/2021) menjelaskan, dibandingkan sebelum ada Siak Hijau tidak terlihat kepedulian masyarakat atau stakeholder jika terjadi Karhutla.

Setelah ada Siak Hijau hingga saat ini, semua pihak sangat peduli mulai dari pencegahan apalagi jika terjadi kasus.

“Kerjasama cerdas ini berhasil kita lakukan sehingga hasilnya juga terlihat, bahwa kasus Karhutla semakin menurun dari tahun ke tahun. Saat ini komitmen kita bagaimana zero Karhutla, perjuangan ini memang tidak mudah,” kata dia.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Baca juga: Sungai Penampo Kecik Khalifah Sulaiman, Wisata Baru di Siak

Kebijakan Siak Hijau ini juga sudah terimplementasi di semua OPD di lingkungan Pemkab Siak, kecamatan hingga pemerintahan kampung (desa). Apapun program OPD harus sesuai dengan semangat kebijakan Siak Hijau. Budhi memisalkan, Dinas Pertanian mempunyai kebijakan anggaran dan program pendampingan masyarakat untuk mengelola lahannya tanpa merusak lingkungan. Begitu juga dengan yang lain, mempunyai program yang mengarah terwujudnya peogram Siak Hijau.

Pemkab Siak juga menggandeng NGO bergerak di lingkungan dalam mewujudkan Siak Hijau. Berkat binaannya, banyak muncul orang-orang yang mengelola kawasan kampung menjadi kawasan wisata. Program penghijauan tidak mesti lagi harus menunggu gerakan pemerintah, namun sudah muncul insiatif masyarakat kampung.

“Namun tetap sinergi dan kolaborasi semua pihak,” kata dia.

Baru-baru ini, Bupati Siak Alfedri menegaskan program Siak Hijau harus terimplementasi hingga ke kampung-kampung. Komitmennya ini diwujudkan dalam Kebijakan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE).

"Kebijakan tersebut merupakan tindaklanjut dari Peraturan Bupati Siak Nomor 22 tahun 2018, tentang Siak Kabupaten Hijau", jelas Budhi.

Ikuti kami di
KOMENTAR
540 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved