Pemuda Gagas Kampung Quran di Desa Jangkang Bengkali Riau

Pemuda di Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Riau menggagas kampung Quran untuk mengubah image negatif peredaran narkoba.

tribunpekanbaruwiki.com
Kegiatan karantina tahfiz tdi desa Jangkang. 

Pemuda Gagas Kampung Quran di Desa Jangkang Bengkali Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Desa Jangkang Kecamatan Bantan di Kabupaten Bengkalis cukup terkenal di masyarakat dengan image yang negatif beberapa tahun terakhir. Bukan tanpa alasan, beberapa berita peredaran narkoba khususnya di wilayah Riau selalu dikaitkan dengan desa Jangkang.

Keberadaan Desa yang berhadapan dengan Selat Melaka membuat Desa ini menjadi sasaran empuk pintu masuk peredaran narkoba. Tak khayal beberapa penangkapan besar narkoba, nama desa ini sering disebut sebut baik sebagai pintu masuk, maupun pemudanya yang tertangkap sebagai kurir pengantar.

Pandangan buruk terhadap desa Jangkang ternyata membuat hati seorang pemuda di sana tergerak untuk mengubah image desa ini menjadi lebih baik. Zakaria (30) namanya hatinya tergerak ingin desanya dikenal dengan prestasi yang positif.

"Tahun 2019 kemarinlah kami melihat perlu suatu gerakan agar kampung ini terkenal dengan hal yang positif. Karena kami lihat dari tahun ke tahun tidak ada perubahan, yang ada nama Jangkang ini semakin buruk di mata masyarakat," ungkap Zakaria saat membuka cerita.

Sebenarnya beberapa kegiatan positif banyak dilakukan masyarakat, terutama kegiatan sosial. Namun kegiatan yang dibuat tidak berdampak kepada kepribadian terutama pemuda di sini.

Kegiatan Keagamaan di Masjid di Desa Jangkang
Kegiatan Keagamaan di Masjid di Desa Jangkang (tribunpekanbaruwiki.com)

Baca juga: Daftar 6 Masjid Tua di Indoensia

Baca juga: Keindahan Masjid Kubah Emas 24 Karat, Masjid Dian Al Mahri

"Itu Sebabnya kami rasa perlu membuat gerakan yang ada pengaruh dan bisa mengubah kepribadian pemuda lebih baik lagi," ungkapnya.

Ide membentuk kampung Quran munculah saat itu, diinspirasi dari kegiatan yang ada di kota Bengkalis berupa karantina tahfiz Quran. Zakaria yang saat itu merupakan pengurus taman pendidikan al quran (TPQ) di desanya ingin mengirimkan peserta didiknya sebanyak dua orang mengikuti karantina tahfiz.

"Rencananya kami mengirim dua orang untuk ikut serta dalam karantina tahfiz ini, dengan biaya karantina di tangung oleh TPQ yang dikelolanya," ungkap Zakaria.

untuk menyeleksi anak didiknya bisa ikut, Zakaria mengundang masyarakat dan orangtua anak didiknya untuk meminta penilaian siapa yang akan diikut sertakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved