Tidak Ada Kandungan Zat Berbahaya dalam Semburan Gas di  Pondok Pesantren Al Ihsan Pekanbaru

Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus Lukman memastikan semburan gas bumi di Pondok Pesantren Al-Ihsan tidak mengandung zat berbahaya.

tribunpekanbaruwiki.com
Semburan Gas di Pondok Pesantren Al Ikhsan menyebabkan sejumlah bangunan rusak. (foto : Doddy Validmir) 

Tidak Ada Kandungan Zat Berbahaya dalam Semburan Gas di  Pondok Pesantren Al Ihsan Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM -  Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman, Jumat (5/2/2021) memastikan semburan gas bumi yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Ihsan Kecamatan Tenayan Raya, dipastikan tidak mengandung zat berbahaya. 

Hal tersebut diketahui setelah tim dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau sudah menurunkan tim untuk mengecek kandungan semburan gas bumi tersebut.

Indra mengatakan, saat mendapat laporan adanya semburan gas bumi tersebut, pihaknya langsung menurunkan tim kelokasi untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel. 

"Dalam pengecekan itu, tim juga sudah mengambil sampel semburan gas bumi. Sampel juga sudah langsung diteliti di laboratorium," kata Indra.

Baca juga: Liquid Mengandung Narkoba Beredar di Riau, Polda Tangkap Pelaku di Kampar

Baca juga: Dini Noviarti, Senang Menjadi Dokter Spesialis Anak

Setelah dilakukan pemeriksaan di UPT Laboratorium Milik Dinas ESDM Riau, hasilnya disimpulkan bahwa semburan gas bumi tersebut termasuk dalam kelompok gas yang tidak berbahaya. 

Meski hasil uji lab menunjukkan gas tersebut tidak mengandung zat berbahaya, masyarakat tetap diminati untuk waspada, sebab gas keluar dari dalam perut bumi tersebut disertai lumpur. Sehingga jika tekanan gasnya cukup kuat dapat membahayakan warga yang ada didekat dengan lokasi semburan. 

"Semburan gas bumi itu tidak berbahaya, namun kami bersama tim telah melakukan mitigasi dan mengambil langkah antisipasi untuk keselamatan warga sekitar" ujarnya.

Indra mengungkapkan, semburan gas yang terjadi di Tenayan Raya tersebut diprediksi tidak akan berlangsung lama. Dari hasil pengecekan sampel yang dilakukan oleh dinas ESDM, gas tersebut paling lama bertahan hingga dua atau tiga hari kedepan.

Baca juga: Alhamdullilah, 27.470 Pasien Covid-19 di Riau Sembuh

Baca juga: Female DJ Wan Silva Mayrosha , Nikmati Musik EDM Sambil Olahraga

"Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ini sudah berkurang, sehingga bisa kita ambil tindakan, sekarang tindakan kita hanya membiarkan gas itu keluar dulu semua, karena semburan itu kan terjadi akibat adanya gas yang terkurung," katanya.

Indra menegaskan, gas tersebut adalah gas yang terkurung didalam perut bumi, bukan dari kebocoran pipas gas. Meskipun tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat aliran gas dari perusahaan gas negara.

"Itu bukan dari pipas gas, kalau dari pipas gas yang bocor justru kita bisa menstopnya karena lewat pipa, jadi itu bukan dari pipa," katanya.

--

(tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved