Kakek di Pelalawan Riau Cabuli 6 Bocah

Kakek inisal KAS usia 60 tahun warga Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap 6 anak dibawah umur.

Kakek di Pelalawan Riau Cabuli 6 Bocah

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Pria berinisial KAS ini patut diberi gelar sebagai kakek cabul atas perilakunya yang tidak bermoral. Pasalnya, saat umurnya sudah tua menginjak 60 tahun ia ketahuan mencabuli anak-anak dan akhirnya ditangkap polisi, Selasa (26/01/2021) lalu.

Warga Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau ini langsung dijebloskan ke sel tahanan mapolsek setempat setelah kelakuan bejatnya terbongkar. Bahkan korban yang dicabulinya tidak hanya satu orang melainkan ada enam bocah yang menjadi sasaran nafsunya. Alhasil ia diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Pangkalan Kuras untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Korban ada enam orang dan orangtuanya yang melaporkan ke Polsek Pangkalan Kuras. Tersangka dan barang bukti telah diamankan," terang Kasubbag Humas Polres Pelalawan, Iptu Edy Harianto kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (27/01/2021).

Baca juga: Daftar Daerah di Riau yang Berpotensi Banjir dan Tanah Lonsor

Baca juga: Tipas Memilih Telur yang Baik

Adapun identitas para korban yakni MZ (13), NM (8), HA (6), KN (9), CZ (10), dan SH (8) yang semuanya berstatus anak dibawah umur. Keenam bocah ini menjadi korban kakek cabul berinisial KAS yang tinggal di Kampung Tengah Kelurahan Sorek Satu, Pangkalan Kuras. Perbuatan tak bermoral pelaku diketahui pada Sabtu (23/01/2021) siang dan ia berhasil ditangkap Selasa (26/01/2021).

Kasus cabul ini terungkap ketika korban MZ (13) diajak oleh temannya untuk bermain ke rumah pak RT di Kampung Tengah Kelurahan Sorek Satu. Namun MZ menolak ajakan itu karena takut melewati rumah tersangka KAS. Ternyata pengakuan korban didengar oleh ayah MZ berinisial Toni (37). Curiga dengan ucapan putrinya, Toni kembali menanyakan alasan korban takut melintas dari rumah KAS.

MZ tidak mau lewat karena takut dihadang oleh tersangka KAS dan alat kelaminnya dipegang lagi. Mendengar pengakuan putrinya Toni terkejut dan memilih pergi ke rumah Ketua RW Zulkifli untuk menceritakan pelecehan yang dialami putrinya. Ternyata dua putri dari Ketua RW Zulkifli berinisial SH dan CZ juga mengalami kelakuan serupa. Pelaku juga mencabuli kedua putrinya beberapa waktu yang lalu.

Setelah kabar itu tersebar ke masyarakat, malam itu juga ada tiga orangtua yang datang ke rumah RW dan menyampaikan penuturan yang sama. Putri mereka berinisial HA, MN, KN juga jadi korban nafsu bejat pria yang sudah uzur tersebut. Setelah berdiskusi, pada Selasa (26/01/2021), seluruh orangtua korban melaporkan kejadian ke Mapolsek Pangkalan Kuras.

Baca juga: Helena Calista , Wanita Cantik yang Desain Gambar Masker di Moncong Pesawat Garuda Indonesia

Baca juga: Cara Klinik Gigi King Dental Care Layani Pasien Disaat Pandemi Covid-19

"Setelah mendapat laporan, kita lakukan penyelidikan dan memeriksa saksi. Selanjutnya mencari keberadaan tersangka KAS," ungkap Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Ahmad, melalui Kanit Reskrim Ipda Esafati Daeli SH.

Tim Opsnal Reskrim Pangkalan Kuras mendapat informasi bahwa terangka KAS sedang berada di Kelurahan Ukui Kecamatan Ukui. Pelaku yang berprofesi sebagai penjual jamu itu sedang berjualan di Pasar Ukui. Tim Opsnal langsung mengejar ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Ukui dan melakukan pencarian di sekitar pasar. Pria yang sudah bercucu itu terlihat sedang duduk di ujung Jalan Pasar Ukui. Tanpa mengulur waktu polisi langsung menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Saat diinterogasi polisi, KAS mengakui semua perbuatannya karena didorong keinginan dan nafsu. Ia digiring ke Mapolsek Pangkalan Kuras untuk diproses secara hukum. Polisi juga menyita barang bukti berupa pakaian anak-anak milik para korban.

"Tersangka dijerat menggunakan pasal 82 ayat 1 Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," tandas Kanit Esafati Daeli.

KAS terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun akibat perbuatannya.

--
(tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved