Berburu Barang Bekas Berkualitas di Tembilahan Inhu Riau Saat Pandemi Covid-19

Jika ada berkunjung ke Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau , mungkin bisa menjajal berburu barang bekas berkualitas

tribunpekanbaru.com
Pedagang sepatu bekas disalah satu sudut Pasar Jongkon di Tembilahan Riau 

Berburu Barang Bekas Berkualitas di Tembilahan Inhu Riau Saat Pandemi Covid-19

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Hallo tribuners , jika ada berkunjung ke Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau , mungkin bisa menjajal berburu barang bekas berkualitas yang bisa anda temui di Pasar Jongkok , Tembilahan.

Barang bekas yang paling menonjol yang bisa anda jumpai terutama produk busana seperti, baju , celana , sepatu , sandal , jacket dan barang lainya.

Namun, berburu barang bekas atau yang sering dikenal dengan istilah PJ ini akan menjadi tantangan dikala saat ini pandemi covid-19 yang masih terjadi.

Tidak saja bagi para pembeli , terutama para pedagang yang merasakan secara langsung dampak dari pandemi covid-19 ini.

Setiap masalah tentu akan ada solusi, pedagang pun tidak kehabisan akal supaya barang daganganya bisa tetap bisa dipasarkan kepada parang pelangganya.

Berdagang secara online, inilah salah satu cara ampuh yang harus dilakukan supaya barang dagangan tetap laku terjual.

Baca juga: Cara Klinik Gigi King Dental Care Layani Pasien Disaat Pandemi Covid-19

Baca juga: Hilang Secara Misterius Selama 2 Bulan , Horas Ipong Calon Pengantin Pria Ditemukan

Afrizal Yoga Pratama salah seorang pedagang barang bekas secara online di Tembilahan mengakui bahwa kondisi pandemi sangat berdampak terhadap penjualan pakaian bekas ini. Terlbih lagi barang-barang tersebut berasal dari luar negri yang membuat konsumen semakin waspada dan berpikir dua kali untuk membeli busana bekas tersebut.

Menurut Afrizal Yoga Pratama , seorang pelapak online barang bekas, biasanya pada saat normal barang yang di dapatkan bisa 5 atau bahkan lebih pakaian, namun pada masa pandemi ini sedikit berkurang karena barang baru juga kesulitan masuk pada pandemi ini.

“Biasanya orang bongkar pakaian akan mendapatkan barang yang akan hendak di pilih. Pandemi ini membuat Kesulitan mendapatkan barang karena banyak stok lama atau barang yang sudah pernah ada, dan itu bisa dikatakan tidak masuk dalam pasaran online,” ungkap Yoga sapaan akrabnya kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (26/1/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved