Bayi Alami Hidrosefalus Asal Siak Riau Butuh Bantuan

Jika ingin membantu bisa menghubungi Aziz ayah kandung dari bayi Khanza Zoya Arreta di nomor handphone 081372966580

tribunpekanbaru.com
Bayi Khanza Zoya Arreta berusia 3 bulan, menderita hidrosefalus 

Bayi Alami Hidrosefalus Asal Siak Riau Butuh Bantuan

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Pasangan suami istri tak terdaftar di pencatatan sipil negara ini, Aziz (51) dan Maria (35) kesulitan menembus persyaratan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah. Bayinya, Khanza Zoya Arreta, berusia 3 bulan, menderita hidrosefalus belum diantar ke rumah sakit lantaran tidak mempunyai biaya.

Keluarga ini tinggal di rumah kontrakan di kampung Perawang Barat, kecamatan Tualang, kabupten Siak, Riau. Aziz merupakan buruh kayu di perusahaan sub kontraktor di PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tualang. Dengan gaji yang di bawah standar, Aziz harus menghidupkan 5 orang anak dan seorang istri.

Khanza, bayi perempuan yang menderita hidrosefalus itu adalah anak bungsunya dari 5 bersaudara. Anaknya yang tertua masih kelas 5 SD, anak kedua kelas 3 SD, sedangkan anak ke tiga dan ke empat masih Balita. Istrinya Maria merupakan seorang ibu yang tabah dalam mengurus rumah tangga mereka.

“Kami tahu Khanza mengalami hidrosefalus sejak dalam kandungan. Kami telah berupaya mendapatkan jaminan kesehatan daerah atau kartu Indonesia sehat sejak awal, tapi kami tidak memenuhi syarat,” kata Aziz kepada TribunPekanbaru.com, Kamis (21/1/2021).

Saat bercerita, Aziz awalnya sempat menyalahkan dirinya sendiri, sebab ia menikahi Maria sejak 12 tahun silam tanpa tercatat di dinas pencatatan sipil dan kependudukan. Ia menikahi Maria hanya secara hukum agama, tanpa terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA). Selama 12 tahun itu ia juga tidak mengurus administrasi sebagai pasangan suami istri yang sah di KUA dan Disdukcapil Siak.

“Karena itu kami tidak terdaftar di pemerintah sehingga tidak memenuhi sarat untuk mendapatkan jaminanan kesehatan dalam bentuk apapun dari negara,” kata Aziz.

Namun demikian, ia tetap merasa bersyukur karena banyak pejabat yang datang memberikan perhatiannya kepada Khanza. Mulai dari pihak desa, kecamatan, istri bupati Siak Rasidah Alfedri, Kapolsek Tualang Kompol Faizal Ramzani dan lain-lain.

“Ada banyak masukan dan solusi yang diberikan kepada kami, semua kami jalankan,” kata dia.

Satu-satunya jalan yang cepat agar pemerintah dapat mengcover biaya pengobatan Khanza adalah dengan mendaftarkannya sebagai anak terlantar di dinas sosial. Solusi ini sangat berat dilakukan Aziz, namun demi Khanza ia datang ke dinas sosial Siak untuk mengurusnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved