Nurwani Widuri dan Puluhan Anak Yatim di Dumai Kehilangan Tempat Tinggal

Raut sedih masih terlihat jelas di wajah Nurwani Widuri dan rekan-rekanya yang berharap tempat mereka berteduh tersebut bisa segera diperbaiki.

tribunpekanbaru.com
Anak Panti Asuhan An-Nur sementara tinggal di Mushola 

Nurwani Widuri dan Puluhan Anak Yatim di Dumai Kehilangan Tempat Tinggal

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Nurwani Widuri terlihat sedang berbincang-bincang dengan beberapa rekan-rekan wanita sesama anak Panti Asuhan An-Nur disebuah Musholah kompleks Panti Asuhan An-Nur Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai , Riau.

Mushola tersebut kini menjadi tempat tinggal sementara bagi Nurwani Widuru bersama anak-anak perempuan Panti Ashuhan An-Nur, paska tempat tinggal yang biasa mereka diami ludes terbakar pukul 11.15 Wib Senin 18 Januari 2021 lalu.

Raut sedih masih terlihat jelas di wajah Nurwani Widuri dan rekan-rekanya yang berharap tempat mereka berteduh tersebut bisa segera diperbaiki.

Nurwani Widuri bisa dikatakan sejak kecil tinggal di panti Asuhan An-Nur bahkan, dirinya juga melewati masa kecil dan tumbuh remaja di lingkungan panti Asuhan AN-Nur.

Nur panggilan Akrabnya sudah tinggal di panti Asuhan sejak berumur 3 tahun dan saat ini dirinya sudah berumur kurang lebih 18 tahun, banyak suka yang dilaluinya selama menjadi penghuni panti asuhan An-Nur.

Nurwani Widuri bercerita bahwa dirinya tak lagi memiliki seorang ibu, bahkan sang ayah telah lama meninggalkannya tanpa berita, yang ia tahu bahwa sang ayah bekerja di Malaysia, namun hingga saat ini kabar tentang ayahnya tak pernah ia tahu, karena sang ayah tak pernah memberikan kabar apalagi menjenguk.

Dirinya mengaku, kurang lebih 15 tahun berada di panti asuhan membuat dirinya mengerti untuk saling menjaga dan menyayangi satu dan lainya menjadi hal penting, karena mereka bisa dikatakan senasib dengannya.

Nurwani Widuri menerangkan, peristiwa ke‎bakaran yang menimpa Panti Asuhan An-Nur menjadi kesedihan dirinya, pasalnya selama kurang lebih 15 tahun ia berteduh dan tinggal di panti tersebut.

Baca juga: Daftar 5 Rumah Sakit Ibu dan Anak di Pekanbaru

Baca juga: Data Lengkap Hasil Pilkada Serentak di Riau 2020

"Bisa dibilang tak ada barang berharga yang bisa diselamatkan, karena saat kejadian ia tidak berada di panti melainkan sedang sekolah di sekolah yang berada di naungan yayasan An-Nur, bahkan kalung pemberian pengurus panti pun yang saya letak dilemari telah hangus terbakar," imbuhnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved