Profil

Ilham Muhammad Yasir , Ketua KPU Riau

Ilham Muhammad Yasir merupakan Ketua KPU Riau yang lahir di Kepulauan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

tribunpekanbaru.com
Ilham Muhammad Yasir 

Ilham Muhammad Yasir , Ketua KPU Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Ilham Muhammad Yasir merupakan Ketua KPU Riau yang lahir di Kepulauan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.

Dikutip dari laman resmi KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir lahir pada 15 Juni 1975 .

Ilham Muhammad Yasir dilahirkan dari kedua orangtua yang tak pernah mengecapi bangku pendidikan formal, tak memberikan Ilham waktu itu pasrah.

Susahya akses masuk keluar di kepulauan, tak membikin Ilham Muhammad Yasir yang lahir dari pasangan Muhammad Yasir (alm) dan Ramsiah ini pasrah. Sejak kecil, ia memimpikan merantau, dan suatu saat harus keluar dari keterisolasian.

Ilham Muhammad Yasir menamatkan pendidikan sekolah dasar Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanwiyah (MTs) AL-khairiyah kemudian membulatkan semangatnya untuk melihat dunia luar.

Baca juga: Cahaya Makbul Aktif Lakoni Kerja Sosial

Baca juga: Auliya Fajri Putri Hijab Indonesia 2020 Ajak Kaum Melenial Riau Dukung Vaksinasi Covid-19

Pilihannya, Ilham Muhammad Yasir harus keluar pulau jika tak ingin nasibnya sama seperti rekan-rekan seusianya yang lain. Karena memang ketika itu hanya ada sekolah MTS, setingkat SLTP yang ada di sana.

Biasanya, setamat sekolah rekan-rekan Ilham Muhammad Yasir memilih menjadi tenaga kerja illegal ke Malaysia. Selain akses keluar masuk yang mudah ke negara tetangga, kesempatan memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lumayan besar menjadikan mereka berbondong-bondong ke Malaysia.

Malaysia, adalah impian terbesar bagi anak-anak di Kepulauan Meranti. Selain diyakini dapat merubah nasib ekonomi, mereka dapat merasakan hiruk-pikuk hidup di perkotaan. Cerita tentang ibu kota Jakarta, atau kota Pekanbaru hanya tinggal cerita bagi anak pulau, termasuk bagi Ilham Muhammad Yasir.

Selain jaraknya yang jauh, dengan hanya mengandalkan ijazah SLTP takkan mampu mereka besaing mendapatkan pekerjaan. Sedangkan, di negeri jiran tak perlu ijazah cukup bermodal otot. Mereka bisa bekerja di sektor-sektor perladangan, dan konstruksi yang tak mungkin warga di sana mau mengisinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved