Sandika Syaputra , Melenial Pertama Disuntik Vakis Covid-19 di Riau

Sandika Syaputra ,merupakan kalangan melenial pertama di Riau yang menrima suntikan vaksin covid-19

tribunpekanbaru.com
Sandika Syaputra , Melenial Pertama Disuntik Vakis Covid-19 di Riau 

Sandika Syaputra , Melenial Pertama Disuntik Vakis Covid-19 di Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Sandika Syaputra , ia merupakan Kordinator Pusat (Korpus) Aliansi Mahasiswa Kesehatan Riau (AMKR) yang menerima suntikan vaksin covid-19 pertama dikalangan kaum milenial di provinsi Riau, Kamis (14/1/2021) bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad .

Selain Sandika Syaputra, berbarengan menerima suntikan vaksin wakil gubernur Riau, Danrem Wirabima, Polda Riau, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat publik lainnya.

Saat ditanya apa yang Sandika Syaputra rasakan setelah mendapatkan suntikan vaksin tersebut, Sandika Syaputra mengatakan tidak ada reaksi yang ia rasakan.

“Saya lega sekali karena tidak ada rasa sakit sama sekali, dan setelah saya menunggu 30 menit untuk melihat reaksi yang akan terjadi dan alhasil tidak ada reaksi yang merugikan pada tubuh saya,"ujar Sandika Syaputra.

Baca juga: Dua Ekor Gajah Masuk Kebun Warga di Pelalawan Riau

Baca juga: Daftar 7 Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Pelalawan Riau

Sandika Syaputra berharap sebagai perwakilan kalangan muda, untuk seluruh masyarakat di provinsi Riau khususnya kaum milenial pemuda dan mahasiswa untuk dapat sama sama kita menekan penyebaran wabah covid-19 ini dengan melakukan vaksinasi covid-19.

"Juga tetap menjaga Protokol Kesehatan sebagai ikhtiar kita untuk melandaikan kasus covid-19 di daerah yang kita cintai ini," kata Sandika Syaputra yang juga sebagai mahasiswa Farmasi di STIFAR Riau usai divaksin.

Sebagaimana diketahui sebelumnya vaksinasi telah dilakukan pada Rabu (13/1/2021) di Jakarta oleh Presiden RI dan beberapa tokoh nasional yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta.

Sebelumnya, Senin (11/1), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin tersebut. Adapun vaksin yang akan disuntikkan berupa vaksin Sinovac yang berasal dari China.

Pemberian izin penggunaan darurat dari vaksin Sinovac didasarkan atas data analisis dan uji klinis yang dilakukan di Bandung, didukung data dari Turki dan Brasil.

Baca juga: Rubina Astari , Jajal Bisnis Busana Ditengah Pandemi

Baca juga: Daftar 18 RSUD dan Alamat Lengkap di Riau

Uji klinis fase 3 di Bandung menunjukkan vaksin Covid-19 buatan China mempunyai tingkat efikasi 65,3 persen.

Ini telah memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni efikasi vaksin minimal 50 persen.
Angka efikasi mengartikan harapan bahwa vaksin Sinovac mampu menurunkan kejadian infeksi Covid-19 hingga 65,3 persen.

Pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan selama 15 bulan dan akan berjalan dalam dua periode, mulai
Periode pertama dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Periode kedua selama 12 bulan, April 2021 hingga Maret 2022, untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

Sumber : tribunpekanbaru.com

Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved