Mengenal Suku Duanu dan Budaya Menongkah Kerang di Inhil Riau

Suku Duanu, ini merupakan suku laut yang ada di Kabupaten indragiri Hilir (Inhil) Riau yang terkenal dengan budaya menongkah

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Masyarakat Suku Duanu Inhil bersama anaknya sedang menongkah kerang di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah. 

Mengenal Suku Duanu dan Budaya Menongkah Kerang di Inhil Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Suku Duanu, ini merupakan suku laut yang ada di Kabupaten indragiri Hilir (Inhil) Riau.

Nama Suku Duanu tentu saja tidak asing lagi bagi masyarakat Riau terutama masyarakat kabupaten Inhil.

Salah satu budaya dari Suku Duanu adalah menongkah kerang (menangkap kerang) yang dalam bahasa Suku Duanunya adalah " Mut Tiang ".

Menongkah kerang yang dilakukan Suku Duanu ini merupakan sebuah tradisi unik yang ada sejak lama yang tidak dimiliki oleh suku-suku lainya.

Menongkah kerang ini dilakukan oleh masyarakat Suku Duanu disaat air laut sedang dalam keadaan surut.

Metode menongkah kerang ini persisnya dilakukan Suku Duanu dengan cara mencari kerang dilumpur dengan menggunakan papan tongkah (seperti selancar) saat air laut dalam keadaan surut.

Menongkah juga mempersentasikan bagaimana kehidupan masyarakat Suku Duanu sebenarnya yang memiliki sifat kerja keras dan etos kerja yang tinggi dalam mencari kehidupan untuk keluarga.

Baca juga: Desa Sungai Intan di Inhil Riau Miliki Banyak Potensi Ekonomi dan Wisata

Baca juga: Kisah Bripda Habibi, Polisi Riau yang Nyambi Jualan Mie Aceh di Tembilahan Inhil

Tokoh masyarakat Suku  Duanu Sarpan ikut mandi lumpu saat memecahkan rekor mandi lumpur terbanyak dalam festival menongkah pada tahun 2016 silam
Tokoh masyarakat Suku Duanu Sarpan ikut mandi lumpu saat memecahkan rekor mandi lumpur terbanyak dalam festival menongkah pada tahun 2016 silam (Istimewa)

Menongkah menuntut masyarakat Suku Duanu memiliki keberanian tinggi dan keterampilan tinggi serta ketangkasan yang tidak main – main.

Namun keberanian saja tidak cukup, apalagi menongkah tidak hanya di lakukan disiang hari, tapi juga dilakukan masyarakat Suku Duanu pada malam hari.

Menurut Tokoh masyarakat Suku Duanu , Sarpan Firmansyah menongkah merupakan budaya menafkah yang sudah turun menurun dan berabad lamanya di lakukan oleh masyarakat Suku Duanu.

"Begitulah petualangan orang Suku Duanu dalam mencari kehidupan dalam saat mencari kerang yang mengandung gizi dan protein yang luar biasa untuk keluarga,” ungkap Sarpan sapaan akrabnya saat berbincang dengan tribunpekanbaru.com di Tembilahan, Sabtu (2/1/2020).

Sarpan mengungkapkan fakta – fakta unik mengenai menongkah yang dilakukan Suku Duanu yang ternyata memiliki filosofi yang tidak banyak diketahui, yaitu memiliki korelasi dengan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

"Ternyata jauh sebelumnya konsep pemberdayaan perempuan ada pada menongkah. Karena menongkah itu dilakukan oleh ibu Suku Duanu untuk menopang kehiduoan rumah, jadi pemberdayaan perempuan sudah dikenal jauh hari,” ucapnya.

Selain itu, fakta unik lainnya dari budaya menongkah, menurut Sarpan, ternyata papan tongkah (alat untuk menongkah) yang dilakukan Suku Duanu telah menjadi inspirasi kapal perikanan pertama di dunia dan tongkah ini juga menjadi inspirasi lahirnya permainan yang menggunakan papan sebagai medianya, seperti sky air, sky salju skateboard.

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Festival Menongkah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Begitu pentingnya menongkah bagi masyarakat Suku Duanu, menongkah pun telah dijadikan festival tahunan oleh masyarakat suku duanu dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Total festival menongkah yang digelar di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah total telah 9 kali dilaksanakan.

Dalam perjalanannya festival menongkah sudah 2 kali mendapat rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), yaitu pada 2008 untuk rekor peserta menongkah terbanyak dan 2016 rekor mandi diatas papan tongkah terbanyak.

“Rekor Muri Menongkah massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta dan mandi lumpur dengan peserta terbanyak. Dalam festival menongkah ini tidak hanya menampilkan perlombaan menongkah saja, tapi ada juga lomba merampah dan Lompat Lumpur,” ucap Sarpan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved