Kisah Penyintas Covid-19 di Kota Pekanbaru

Artikel ini merupakan kisah salah satu penyintas covid-19 di Kota Pekanbaru yang diisolasi di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Riau

tribunpekanbaru.com
Satu petugas mengenakan APD lengkap tampak foto bersama dengan para pasien positif covid-19 yang jalani isolasi di Fasilitas Karantina Khusus Bapelkes Riau pertengahan Oktober 2020 lalu 

Kisah Penyintas Covid-19 di Kota Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARIWKI.COM - Alunan musik dari lagu Kopi Dangdut terdengar dari arah lorong Balai Pelatihan Kesehatan atau Bapelkes Provinsi Riau yang berlokasi di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru.

Alunan musik itu keluar dari sebuah pengeras suara dengan kelap kelip lampu warna warni.

Irama musik juga menyambut pagi dengan hangatnya kala itu. Puluhan orang yang mengenakan masker mengikuti gerakan demi gerakan dari instruktur mengikuti hentakan irama lagu.

Mereka tidak berhenti bergerak ketika musik masih mengalun. Banyak dari mereka malah makin bersemangat walaumatahari mulai terik.

Puluhan orang tersebut bukanlah para peserta pelatihan di balai tersebut. Mereka merupakan pasien positif covid-19 tanpa gejala.

Para pasien harus berada di sana untuk sementara usai terkonfirmasi positif. Senam pagi jadi satu rutinitas bagi para pasien yang setiap harinya terus bertambah.

Aktivitas ini tidak cuma menjadi cara meningkatkan imun para pasien yang terpapar covid-19. Mereka menjadikan senam pagi sebagai momen saling berbagi semangat antar pasien.

Baca juga: Komoditi Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Meranti

Baca juga: Ekowisata Mangrove di Desa Pangkalan Jambi Bengkalis

Ketika senam mereka tidak cuma mengikuti gerakan intstuktur. Mereka juga saling bercengkrama satu sama lain.

Sorak sorai kegembiraan pun selalu mereka luapkan saat senam pagi. Apalagi saat lagu dengan irama lagu yang menghentak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved