Komoditi Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Meranti

Desa Kedabu Rapat yang berada di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah dengan komoditas kopi liberika

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Kopi Liberika Meranti 

Komoditi Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Meranti

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Desa Kedabu Rapat yang berada di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah dengan komoditas pertanian yang patut diacungi jempol.

Yakni Kopi Liberika Meranti menjadi salah satu komoditi sekaligus ikon Kabupaten Kepulauan Meranti. Pasalnya, kopi ini merupakan satu-satunya yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Kopi berhak paten Indikasi Geografis (IG) di daerah Riau.

Kopi Liberika Meranti telah mendapat paten Indikasi Geografis (IG) yang dikeluarkan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor IG 00.2014.000014. Indikasi Geografis ini adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan atau produk yang dihasilkan.

Kopi dari Desa Kedabu Rapat dikenal memiliki kualitas terbaik sehingga sukses merajai pasar Malaysia dan Singapura. Tak heran, masyarakat Desa Kedabu Rapat menjadikan kopi Liberika sebagai komoditas andalannya.

Langkah pendorongan pengembangan maupun promosi Liberika Meranti pun terus dilakukan oleh beberapa pihak, tidak saja dari instansi pemerintah maupun swasta, instansi vertikal seperti kepolisian pun ingin ikut ambil bagian dalam mendorong pengembangan kopi di Desa tersebut.

Melihat potensi yang begitu besar Polres Kepulauan Meranti berkomitmen untuk mendorong pengembangan maupun promosi Kopi Liberika Meranti tersebut.

Baca juga: Ekowisata Mangrove di Desa Pangkalan Jambi Bengkalis

Baca juga: Viral, Dalam 15 Jam Youtube Rewind Indonesia 2020 Ditonton Lebih 4,2 Juta Kali

Hal ini terlihat saat Polres Kepulauan Meranti turun bertemu para petani kopi di Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, bersama Kapolsek pada beberapa waktu yang lalu.

Hal ini sebagai bantuan aparat Kepolisian untuk petani kopi Liberika Meranti atau lebih dikenal dengan nama Kopi Sempian agar lebih dikenal masyarakat luas.

Perkebunan Kopi Liberika yang dikunjungi Kapolres adalah milik keluarga Hakim dan keluarga Nyoto.

Kedatangan Kapolres yang juga didampingi Kepala Desa Kedabu Rapat, Mahadi itu selain untuk melihat langsung perkebunan kopi di sana, diharapkan bisa membantu masyarakat meningkatkan perekonomian khususnya di bidang perkopian.

AKBP Eko menerangkan, selain membantu untuk mempromosikan Kopi Liberika pihaknya juga akan mengawasi agar kopi yang mempunyai cita rasa yang khas dan bisa tumbuh di tepi pantai ini tidak diklaim oleh negara luar.

Baca juga: Daftar Alamat Kantor Polisi di Kota Pekanbaru

Baca juga: Profil Lengkap Arya Saloka Pemeran Aldebaran dalam Sinetron Ikatan Cinta

Kapolres juga meminta harga jual kopi Liberika ditingkatkan agar bisa meningkatkan perekonomian petani kopi. Selain itu Kapolres juga menginginkan kualitas dan citarasa kopi Liberika tetap terjaga dengan tidak mencampuri bahan lain pada saat perostingan.

"Saya akan memastikan dan mengawasi agar Kopi Liberika yang sudah terkenal ini tidak diklaim negara lain bahwa kopi Liberika adalah milik mereka. Selain itu saya juga minta kopi Liberika bisa bersaing dengan kopi jenis lainnya dengan menaikkan harganya dan itu bisa meningkatkan perekonomian masyarakat petani kopi. Selanjutnya agar kopi ini terjaga citarasanya saya minta agar kopi tidak dicampur dengan bahan lain pada saat merosting," kata AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK.

Untuk mempromosi dan memperkenalkan lebih jauh terhadap Kopi Liberika tersebut, Kapolres juga berencana akan menanam kopi Liberika dengan bibit unggul di kebun atau lokasi yang tidak jauh dari Mapolres.

Sementara itu, Al-Hakim, salah satu petani kopi Liberika Meranti, mengatakan jika pihaknya merasa terbantu dengan adanya campur tangan dari pihak kepolisian.

"Yang jelas kerjasama ini sangat menguntungkan kami para petani kopi. Kami merasa sangat terbantu apa yang telah dicanangkan Kapolres Kepulauan Meranti, mudah-mudahan kedepannya akan menjadi lebih baik," ujar Hakim.

Hakim mengatakan saat ini pihaknya bisa memasok 3 ton kopi liberika Meranti dalam bentuk green Bean ke Malaysia dan sekitar 500 kg sampai 1 ton untuk penjualan di dalam negeri.

Baca juga: Cerita Amat Purnomo Saat Berjuang Hadapi Penjajah, Veteran Yang Kini Tinggal di Tembilahan Riau

Baca juga: Mengenal Sosok Emrizal Pakis

"Melalui Balittri kita pernah ditawarkan untuk memenuhi permintaan kopi ke luar negeri sebanyak 10 ton perbulan, kita tidak sanggup, karena luasan kebun kita di Meranti tidak mencukupi untuk memenuhi itu, saat ini luas kebun kopi di Kepulauan Meranti sekitar 1.500 hektar, " kata Hakim.

Dirinya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih untuk pengembangan kopi di Kepulauan Meranti. Mengingat saat ini Kopi Liberika telah memiliki nama khusus yang "mengharumkan" Riau karena produk asli asal daerah.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved