Mengenal Pacu Jalur dari Kuansing, Tradisi Turun Temurun Sejak 100 Tahun Lalu

Pacu Jalur, merupakan salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi atau disingkat Kuansing, Provinsi Riau.

Penulis: Aan Ramdani
Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Pacu Jalur tahun 2017 lalu di Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing. (tribunpekanbaruwiki.com/aanramdani) 

Mengenal Pacu Jalur di Kuansing, Tradisi Turun Temurun Sejak 100 Tahun Lalu

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Pacu Jalur, merupakan salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi atau disingkat Kuansing, Provinsi Riau.

Pacu Jalur atau balap sampan ini didayung oleh puluhan orang setiap jalur atau sampannya.

Ini bukan hanya sebatas kegiatan olahraga, namun ini tradisi dan budaya yang sudah tertanam dimasyarakat Kabupaten Kuansing sejak 100 tahun lebih.

Secara rutin agenda Pacu Jalur ini menjadi ivent pariwisata yang digelar setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2020 masuk dalam daftar kalender pariwisata nasional. Meskipun, agenda pacu jalur terpaksa ditiadakan pada tahun 2020 karena pandemi covid-19 yang terjadi.

Jika melihat data ditahun-tahun sebelumnya, ratusan ribu lebih pengunjung atau penonton menyaksikan festival Pacu Jalur yang kini sudah mendunia ini.

Pacu Jalur, merupakan salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi atau disingkat Kuansing, Provinsi Riau.(foto:tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani)
Pacu Jalur, merupakan salah satu tradisi yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi atau disingkat Kuansing, Provinsi Riau.(foto:tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani) (tribunpekanbaruwiki.com)

Baca juga: Profil Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing

Baca juga: Mengenal Rumah Godang Sentajo di Kenagarian Sentajo Kuansing Riau

Baca juga: Daftar Kecamatan di Kabupaten Kampar Riau

Kegiatan Pacu Jalur ini dilaksanakan di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Sengingi. Biasanya kegiatan Pacu Jalur ini digelar pada bulan Agustus.

Namun sebelum puncaknya, tradisi pacu jalur ini juga digelar Pacu Jalur tingkat rayon. Jika pandemi covid-19 usai maka tribuner bisa menyaksikan pacu jalur ini di Agustus 2021.

Biasanya antusias masyarakat Riau dan Provinsi tetangga bahkan Provinsi lain di Indonesia sangat tertarik dengan tradisi Pacu Jalur ini. Sehingga tidak heran jika pada pelaksanaanya sejumlah hotel dan tempat penginapan di Kota Taluk Kuantan yang dikenal dengan sebutan Kota Jalur selalu penuh.

Pacu Jalur juga menjadi ajang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Data yang dirangkum dari tribunpekanbaru.com, pada tahun 2019 lalu Pacu Jalur 2019 terpilih menjadi wisata terfavorit se Riau di 2019 ini.Pacu Jalur menyingkirkan wisata lainnya yang ada di Riau.

Salah satu Tim Pacu jalur yang didukung tribunpekanbaru.com tampil 2017 lalu. (fotto: aan ramdani/ tribunpekanbaru.com)
Salah satu Tim Pacu jalur yang didukung tribunpekanbaru.com tampil 2017 lalu. (fotto: aan ramdani/ tribunpekanbaru.com) (tribunpekanbaruwiki.com)

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Baca juga: Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara Sultan Siak Ke-2

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

Penghargaan Pesona Destinasi Favorit ini diberikan Senin 2 Desember 2019 lalu di Laman Bujang Mat Syam Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji Purna MTQ Pekanbaru.Penghargaan tersebut diserahkan Gubri Syamsuar dan diterima Kepala Dinas Kuansing, Indra Suandy.

Penghargaan tersebut bentuk apresiasi dan motivasi untuk daerah dalam pengelolaan destinasi wisata.
Pacu Jalur terpilih sebagai wisata terfavorit se Riau dikarenakan tiga hal. Yakni atraksi, aksesibilitas, amenitas.

di Tahun yang sama Pacu Jalur juga mencatat rekor nasional dengan pedayung terbanyak dan juga penari randai terbanyak.

Ditahun 2019 lalu pacu jalur berkesempatan langsung dibuka oleh Mentri Pariwisata Republik Indonesia yang kala itu dijabat Arief Yahya.

Baca juga: Bayu Wibisono Damanik, Juara 1 MTQ Nasional 2020 dari Riau

Baca juga: Gubernur Riau dan Istri Positif Covid-19

Sejak 2015 lalu, Pacu Jalur juga menjadi warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Dengan adanya pengakuan tersebut, ini merupakan suatu legalitas bagi Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kuansing untuk terus melestarikan Pacu Jalur ini.

Dizaman penjajahan, pacu jalur digelar untuk memperingati ulang tahun Ratu Wilhelmina dari Belanda. Kini pacu jalur digelar untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

--

(tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved