Kuliner Pekanbaru

Nikmati Iga Bakar di Iga Bakar Cobek Pekanbaru

Iga Bakar Cobek Pekanbaru yang terletak di Jalan Rajawali/Gardenia, Sukajadi, Pekanbaru.

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Iga Bakar Cobek di Iga Bakar Cobek di Pekanbaru 

Nikmati Iga Bakar di Iga Bakar Cobek Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Jika tribuners ingin menikmati iga bakar kuliner pekanbaru, bisa mengunjungi Iga Bakar Cobek Pekanbaru yang terletak di Jalan Rajawali/Gardenia, Sukajadi, Pekanbaru.

Sang pemilik Restoran Iga Bakar Cobek di Pekanbaru ini memodifikasi Iga Bakar Cobek dengan hidangan Iga Bakar Cobek Mozarella.

Iga Bakar yang disiram mozarella disajikan di piring panas (hotplate). Iga bakar dengan mozarella memang cocoknya disantap saat panas.

Mozarella yang lumer saat masih panas, menjadi seru karena memanjang saat ditarik. Jika dingin, mozarella akan menjadi kaku.

Iga Bakar Cobek Mozarella ini disajikan dalam wadah hotplate, sudah komplit dengan nasi dan sayuran. Iga bakarnya semakin spesial dengan adanya mozzarella sebagai topping.

Buat sobat tribuners yang menyukai makanan dengan perpaduan keju mozzarella, harus cobain menu baru ini.

Selain menu Iga Bakar Cobek, ada menu Seperti Soto Sulung ala Iga Bakar Cobek yang juga menjadi menu favorit.

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

Baca juga: Daftar 4 Sungai Besar di Riau

Soto Sulung di Iga Bakar Cobek
Soto Sulung di Iga Bakar Cobek (Isimewa)

Merujuk beberapa referensi, Soto Sulung khas Surabaya adalah soto berkuah santan berisi jeroan.

Namun berbeda dengan Soto Sulung di restoran milik Ellis.

Kuahnya bening tanpa santan dengan isian seperti Toge pendek khas Jawa, daginflg dan telur rebus.

Sebagai topping, soto dalam mangkok ditaburi koya dan perei. Koya merupakan kerupuk berbahan dasar udang yang dihaluskan. "Koya resepnya dari mama. Diblender halus, terus ditaburi," ungkap Ellis, Selasa (24/11/2020).

Rasa yang dihadirkan dari koya adalah rasa udang setelah dicampur dengan kuah soto. Menurut Ellis, menu soto ini masih mengadopsi dari daerah asalnya, Malang dan Surabaya.

Ellis menjelaskan, bumbu rempah racikan sendiri pertama sekali ditumis. Di tempat terpisah, daging Sapi direbus lama sampai kaldunya keluar. Bumbu yang telah ditumis tadi, kemudian dimasukkan ke rebusan daging.

Rebusan ditunggu sampai daging matang dan bumbu meresap ke daging. "Daging direbus, tunggu sampai bumbunya menyatu dengan daging," ujar Ellis. Daging dipotong dadu. Ia mengatakan, daging diambil dari bagian betis Sapi.

Ellis memberi bocoran, ke dalam kuah rebusan ditambahkan sedikit lemak. Ini agar kaldu Sapi lebih terasa. Tetapi lemak harus ditakar secukupnya. Sebab kuah bisa menimbulkan rasa begah jika lemak terlalu banyak.

Seporsi Soto Sulung dibanderol Rp. 23.000. Susah termasuk nasi. Soto ini sama sekali tanpa isian mie.

Baca juga: Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara Sultan Siak Ke-2

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Rujak Kuah Encer di Iga Bakar Cobek
Rujak Kuah Encer di Iga Bakar Cobek (Isimewa)

Rujak Kuah Encer

Rujak Serut tak kalah menjadi primadona pengunjung Iga Bakar Cobek. Berbeda dari rujak yang biasa dijumpai dengan saus kacang giling dicampur gula merah. Kuah Rujak Serut lebih encer.

Menurut Ellis, Rujak Serut juga berasal dari Malang. Kuahnya seperti sup yang bahannya terdiri dari cabai dan bumbu rempah yang digiling.

Ikuti kami di
KOMENTAR
332 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved