Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara

Tengku Buang Asmara merupakan Sultan Siak Ke-2 dengan gelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Makam Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara Sultan Siak Ke-2 

Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara Sultan Siak Ke-2

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Nama Tengku Buang Asmara tentu saja tidak asing bagi Masyarakat Siak Provinsi Riau.

Tengku Buang Asmara merupakan Sultan Siak Ke-2 dengan gelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah.

Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara disebutkan pernah berperang melawan pasukan Belanda di Selat Guntung.

Terkait dengan jejak perjuangan dan perannya menjadi Sultan Siak, nama Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara tengah dipersiapkan untuk diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak untuk menjadi Pahlawan Nasional.

Kini Pemeriontah Kabupaten Siak sedang melakukan kajian terkait sultan ke-2 Siak yang bergelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah ini.

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Baca juga: Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Riau telah melakukan kajian. Mereka menyusuri arsip-arsip, dokumen serta peninggalan Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah.

"Mudah-mudahan kita bisa memenuhi kriterianya sehingga satu persatu sultan Siak diakui sebagai pahlawan nasional," kata Wan Idris, Rabu lalu (25/11/2020) kepada tribunpekanbaru.com.

Menurut Wan Idris, pihaknya berperan sebagai fasilitator dalam pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut. Sementara di dalam tim yang melakukan kajian terdiri dari budayawan, tokoh masyarakat, serta dosen dan peneliti.

Ia menyebut sejumlah nama yang terlibat, yakni Datuk Drs O.K Nizami Jamil, Profesor Suwadi MS, Dr Wilaela MAg, Prof Dr Isjoni MSi, Datuk Azali Djohan SH, Dr Ellya Roza MHum, Reza Pahlefi dan Cindy Shandoval.

Pihaknya juga sudah menyebar poling, mengumpulkan data-data pendukung, serta persyaratan yang menjadi acuan untuk pengusulan nama Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara menjadi Pahlawan Nasional.

Berdasarkan hasil dari kajian TP2GD, Kerajaan Siak yang berlangsung lebih dari dua Abad (1723-1945) merupakan salah satu kerajaan besar pemegang estafet kemaharajaan Melayu setelah Kerajaan Melaka jatuh ke tangan Portugis (1511). Kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Johor-Riau.

Baca juga: Sultan Syarif Kasim II Pahlawan Nasional dari Riau

Baca juga: SM Amin, Gubernur Riau Pertama Dianugrahi Gelar Pahlawan Nasional

Baca juga: Daftar 4 Sungai Besar di Riau

Kerajaan Siak didirikan oleh Raja Kecik gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1746) berpusat di Buantan. Raja Kecik berasal dari Kerajaan Johor yang diasuh oleh Kerajaan Pagaruyung, di Minangkabau.

Setelah Raja Kecik mangkat, penerusnya adalah Tengku Buwang Asmara atau Raja Muhammad atau dikenal juga dengan Sultan Mahmud gelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah (1746-1760).

Dari hasil kajian TP2GD itu dikisahkan pula bahwa sebelum menjadi Sultan Tengku Buwang Asmara sudah menjalani perang bersama ayahnya Raja Kecik. Sultan Mahmud juga dikenal berani dan andal serta memiliki taktik dan strategi perang yang sangat jitu. Kerajaan Siak menang telak dalam Perang Guntung.

"Perang Guntung ini tidak hanya sekali. Pasukan Siak yang dipimpin Tengku Buwang Asmara mengarungi Sungai Siak untuk sampai ke Selat Guntung. Perang itu dikenal sebagai Perang Guntung (1752-1759) karena terjadi di Selat Guntung, perairan Riau tepatnya di kecamatan Sabak Auh, kabupaten Siak," jelasnya.

Peristiwa Perang Guntung itu telah menjadi catatan penting dalam sejarah Kesultanan Siak .
Perang tersebut dipicu karena perebutan pengaruh di Selat Malaka antara Kesultanan Siak dengan Belanda.
Dalam sejarahnya, pasukan Siak yang dipimpin Sultan Siak kedua bernama Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau lebih dikenal Tengku Buwang Asmara berhasil memukul mundur pasukan Belanda.

Tengku Buwang Asmara menggunakan strategi lebih cerdik untuk mengalahkan Belanda. Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah menduduki tahta Kesultanan Siak pada 1746 M - 1760 M.

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Baca juga: Melihat Istana Rokan di Kabupaten Rokan Hulu Riau

Baca juga: Ini Daftar 12 Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru

Bangun Monumen

Untuk mengenang pergolakan heroik Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah itu, Pemerintah Kabupaten Siak akan membangun monumen Perang Guntung di Kampung Selat Guntung, di Kecamatan Sabak Auh itu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved