Sekilas Liku-Liku Perjuangan Ustadz Abdul Somad Saat Kuliah S1

Untuk bisa menyelesaikan pendidikan Sarjana di universitas Al-Azhar, Kairo Mesir ternyata bukanlah perkara mudah bagi Ustadz Abdul Somad.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Ustadz Abdul Somad 

Sekilas Liku-Liku Perjuangan Ustadz Abdul Somad Saat Kuliah S1

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Untuk bisa menyelesaikan pendidikan Sarjana di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir ternyata bukanlah perkara mudah bagi Ustadz Abdul Somad.

Berbagai upaya ia lakukan supaya bisa melanjutkan pendidikan kuliah di luar negri. Upaya-upaya tersebut kini menjadi cerita yang meanrik untuk disimak dan motivasi bagai generasi muda supa tetap semangat menempuh pendidikan.

Berikut ini sejumlah cerita ketika ustadz Abdul Somad saat duduk di bangku kuliah.

Menurut Ustadz Abdul Somad, hatinya sangat kuat untuk melanjutkan pendidikan di negara Arab, usai menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah Nurul Falah di Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau tahun 1996.

Untuk mewujudkan keinginanya kuliah diluar negri tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Ustadz Abdul Somad pun mencoba mencari informasi beasiswa. Namun, untuk mendapatkan informasi saja ia kesulitan mengingat ia merupakan anak kampung, ditambah lagi kondisi tahun 1996 belumlah ada internet seperti sekarang yang sangat mudah mendapatkan berbagai informasi tentang beasiswa.

Baca juga: Cerita Yessi Sulidar, Bidan Cantik Mengabdi di Pelosok Riau

Baca juga: Viral, Ayu Eka Pramestari Gadis Asal Inhu Riau Jadi Supir Truk Sawit

"Saya tamat dari Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu tahun 1996. Tidak ada google.com, tidak ada whatapp dan tidak secanggih sekarang. Jadi kalau mau cari informasi musti langsung. Mau tak mau, suka tak suka, ingin orang kampung tinggal di Kecamatan tapi cita-cita mau sekolah ke luar negri. Ini problem, masalah. Maka pergilah mencari informasi siapalah agaknya yang bisa memberi informasi, karena internet tidak ada," papar Ustadz Abdul Somad saat bercerita dalam pembekalan mahasiswa yang akan berangkat ke Sudan yang dikutip tribunpekanbaruwiki.com dari tayangan youtube TAUFIQTV yang diunggah 15 Mei 2020.

Singkat cerita saat Ustadz Abdul Somad pergi menjumai Imam Masjid Raya di Medan dan membawa Ijazah Aliyah.
Menurut Imam yang ia jumpai, Ustadz Abdul Somad kala itu harus bisa mendapatkan legalisir Ijazah dari Kementrian terkait jika ingin berangkat kuliah ke negara Arab seperti yang ia impikan. Setidaknya harus ada tiga legalisir Kementrian yakni Kementrian Dalam Negri, Kentrian Agama dan Kementrian Kehakiman.

"ambo orang kampung, medonga tiga mentri ini sosak angok (Saya orang kampung, mendengar tiga mentri ini sesak nafas)," katanya.

Karena belum menemukan jalan untuk kuliah di luar negri, akhirnya Ustadz Abdul Somad kala itu mendaftar kuliah di Institut Agama Islam Negeri Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru (Sekarang UIN Suska Riau,red).

Sekitar satu tahun kuliah di IAIN Suqa Pekanbatru, akhirnya Ustadz Abdul Somad mendapatkan informasi beasiswa kuliah di Kair, Mesir dari teman sekelasnya kala di IAIN Susqa yakni, Ustadz Fadli Rahmad.

Baca juga: Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu

Baca juga: Melihat Kemegahan Masjid Raya An Nur di Pekanbaru

"Ceritalah beliau (Ustadz Fadli Rachmad,red) ada test untuk ke Mesir, cuma awak tidak dapat info yang ddapat info itu orang-orang dekat Depag aja, informasi tertutup. Tidak seperti sekarang orang bisa tau melalui internet. Tahun 1997 berangkatlah Ke Medan ikut tes dan lulus, tapi lulusnyo pending pula satu tahun. Jadi ilang umur ambo 2 tahun," papar Ustadz Abdul Somad.

Setelah dinyatakan lulus akhirnya keinginan Ustadz Abdul Somad untuk kuliah di luar negri bisa seger terwujud. Ia pun mulai mempersiapkan diri. Namun, keluarga terutama orangtua sangatlah berat melepas ustadz Abdul Somad untuk berangkat ke Kairo, Mesir.

Ustadz Abdul Somad dan orangtuanya mendapatkan kunjungan dari pamannya dan memberikan semangat bahwa ini merupakan kesempatan terbaik sehingga harus tetap bisa berangkat untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan keinginannya meskipun kala itu sedang krisi moneter tahun 1998.

"Datanglah abang amak, dia bilang Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Somad mati bisuk meninggalkan namo. Kalau menikah punyo anak bini itulah biaso dan ninik mamak emang lah itu kojonyo.Tapi sekolah ke Mesir ko musti berangkek. Bangkit semangat dan ambo pun berangkek lah," katanya.

Saat usia 21 tahun, tepat tanggal 5 September 1998 Ustadz Abdul Somad sampai di Kairo, Mesir dengan menaiki pesawat Royal Jordan Air dengan ongkos 500 dollar.

Baca juga: Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Sebelum berangkat Ustadz Abdul Somad juga coba memasukan proposal bantuan kebeberapa tempat yang ada di Riau untuk bekal ia menempuh penidikan di Kairo, Mesir. Namun dari sekian banyak proposal bantuan yang ia antar satu diantaranya yang memberikan bantuan adalah Badan Amil Zakat Provisni Riau di kompleks Masjid Agung Anur di Pekanbaru sebesar Rp.200.000.

Sesampai di Kairo Mesir, kesulitan, tantangan demi tantangan harus ia taklukan.

Mulai dari uang beasiswa yang harus diatur sedemikian rupa supaya mencukupi kebutuhan kuliah dan kebutuhan hidup.

Kala itu ia mendapatkan 162 Pound Mesir, kemudia Ustadz Abdul Somad bagi untuk beberapa keperluan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved