Kisah Ernita Shofiriana Menjadi Guru di Daerah Pelosok di Riau

Ernita Shofiriana merupakan guru yang mengajar di daerah pelosok yang ada di Provisi Riau dan rela menjalani hubungan jarak jauh dengan suami

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Kisah Ernita Shofiriana Menjadi Guru di Daerah Pelosok di Riau 

Kisah Ernita Shofiriana Menjadi Guru di Daerah Pelosok di Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Ernita Shofiriana, ia merupakan salah satu guru yang mengajar di daerah pelosok yang ada di Provisi Riau.

Tepatnya, Ernita Shofiriana mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 027 Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau sejak Mei 2019 lalu.

Ernita Shofiriana memang tidak pernah menyangka akan mendapatkan tugas mengajar di Desa Bukit Kesuma ini dan membuat ia menjalani hubungan jarak jauh dengan sang sumai yang tinggal di Pangkalan Kerinci.

Sebagai seorang abdi negara maka ia sudah disumpah untuk menjalankan tugasnya, maka Ernita Shofiriana komit untuk menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik meskipun di Pelosok Desa.

"Ngak pernah terbayang bisa ngajar di sini, jauh dari kota. Ibaratnya di tengah hutanlah," kata Ernita kepada tribunpekanbaru.com beberapa waktu lalu.

Karir Ernita Shofiriana menjadi pegawai negri masih sangat baru, Ernita Shofiriana dinyatakan lulus saat mencoba peruntungan pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 silam.

Baca juga: Mengenal Tari Zapin di Kampung Zapin di Desa Meskom Bengkalis Riau

Baca juga: Daftar 23 SMP Negri di Pekanbaru yang Akan Belajar Tatap Muka Terbatas

Namun, pengalaman didunia pendidikan tidak perlu diragukan lagi, karena ia sudah menjadi tenaga honorer di Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan sejak 2011, meskipun bukan pengalaman mengajar.

Untuk pengalaman mengajar hanya ia kantongi saat ia menjalankan Program Pengalaman Lapangan saat ia masih kuliah di Universitas Terbuka (UT) dengan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Selama bekerja di Disdik, Ernita Shofiriana bersama suami dan ketiga anaknya tinggal di Pangkalan Kerinci sebagai ibukota Kabupaten Pelalawan.

Perjalanan hidupnya masih normal dan bisa tinggal satu rumah dengan suami dan anak-anaknya serta bertemu setiap hari.

Setelah berdiskusi dengan rekan sekantor dan pimpinannya, ia menetapkan pilihan sebagai tenaga pengajar di SDN 027 Desa Bukit Kesuma.

Saat itu ibu tiga anak ini sudah mengatahui jika sekolah yang ditembaknya jauh dari Pangkalan Kerinci, jarak tempuh sekitar dua jam lebih.

"Saat lulus saya senang. Demikian juga dengan suami dan keluarga," tandasnya.

Baca juga: Kisah Bripda Habibi, Polisi Riau yang Nyambi Jualan Mie Aceh di Tembilahan Inhil

Baca juga: Kisah Anggota Dewan Riau Dagang Bakso Tak Laku, Sugeng Pranoto

Ernita Shofiriana berangkat ke lokasi tugas di Desa Bukit Kesuma ditemani suami dan orangtuanya.

Setelah menempuh jalan hampir tiga jam dan sempat menyasar, ia menangis setelah sampai di lokasi.

Melihat kondisi yang jauh dari kota, masuk ke pedalaman dan berada di tengah hutan.

Desa tersebut bertetangga dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang areal hutan masih rimbun.

Ia bersama suaminya akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Bukit Kesuma lantaran tidak mungkin pulang pergi satu hari dari Pangkalan Kerinci.

Mereka mencari kontrakan di dekat sekolah yang dihuni bersama dua anaknya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved