Batik Malai, Tawarkan Berbagai Motif Batik Khas Riau

Batik Malai merupakan salah satu gerai batik yang memproduksi dan menjual Batik Riau yang berlokasi di Jalan Durian nomor 21 A Pekanbaru

Editor: Aan Ramdani
batikriau.com
Perpaduan Batik Riau dari Batik Malai dengan penggunaan hijab 

Batik Malai, Tawarkan Berbagai Motif Batik Khas Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Batik Malai merupakan salah satu gerai batik yang memproduksi dan menjual Batik Riau yang berlokasi di Jalan Durian nomor 21 A (Simpan Empat TVRI Riau), Kota Pekanbaru, Riau.

Batik Riau yang dijual di Batik Malai ini tentu saja bisa menjadi pilihan sebagai oleh-loeh jika Tribuner berkunjung ke Kota Pekanbaru.

Di Batik malai, bisa mendapatkan berbagai macam pilihan motif yang tentunya khas melayu Riau. Mulai dari motif pucuk rebung, motif mahkota raja siak, motif Candi Muara Takus, motif Siak'>Istana Siak, motif bunga kiambang, mumbang nipah, motid itik pulang petang dan masih banyak motif Batik Riau lainya yang bisa menjadi koleksi Tribuners.

Batik Malai ini berdiri sejak 21 Agutus 2010 lalu yang mulanya bernama Batik Gaul karena menghadirkan Batik Riau yang modern atau gaul.

Noer Pangripto, Owner Batik Malai kepada Tribunpekanbaruwiki.com diacara show Tribun Travel Talk di Studio Tribunpekanbaru menjelaksakan jika berbicara tentang batik maka masyarakat harus paham dengan batik asli dan bukan batik asli atau palsu.

Baca juga: Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

Baca juga: Desi Wahyuni, Berhasil Jalani Usaha Apotek di Pekanbaru

Baca juga: 4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Batik Riau dari Batik Malai untuk pria
Batik Riau dari Batik Malai untuk pria (batikriau.com)

Menurutnya, kebanyakan masyarakat tidak paham dan mengerti cara membedakannya. Menurut Noer Pangripto, batik asli merupakan batik yang proses pembuatanya menggunakan lilin sebagai perintang warna. Menurutnya, ada dua metode pembuatan batik asli yaitu dengan cara batik tulis atau batik cap.

Kedua metode pembuatan batik tersebut menggunakan lilin sebagai perintang warna, inalah batik yang asli.

Kebanyakan masyarakat mengguanakan pakaian menyerupai batik yang prosesnya dari hasil printing, nah ini bukanlah produk asli batik. "Ini bukan batik tapi ini adalah produk tekstil, ini yang harus dipahami masyarakat kita," harapnya.

Menurut Noer Pangripto, batik ini sudah jelas diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009 lalu. Tepatnya sebagai ntangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda pada sidang UNESCO di Abu Dhabi.

"Dan yang tercatat di UNISCO itu ya batik yang menggunakan lilin sebagi perentang warna," katanya.

Produk Batik Riau yang ada di Batik Malai sudah tentu menggunakan dua metode tadi untuk menghasilkan produk batik yang original, sehingga pembeli tidak perlu khawatir dengan kualitasnya.

Produk Batik Riau dari Batik Malai saat digunakan oleh Bujang Dara Pekanbaru
Produk Batik Riau dari Batik Malai saat digunakan oleh Bujang Dara Pekanbaru (batikriau.com)

Baca juga: Riri Sulaiman, Aktif Jalankan Beberapa Usaha

Baca juga: Fanji Giovani, Polisi Riau Yang Sukses Jadi Gamer

Baca juga: Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

Produk Batik Riau dari Batik Malai ini dibandrol dengan harga mulai Rp. 100.000 hingga jutaan Rupiah.

"Bisa sampai 3 juta rupiah, terkadangkan ada konsumen yang hijaber yang memang pakainya btaiknya ingin yang banyaik hiasan dan rendanya. Bahan yang digunakan juga tentu menjadi lebih banyak dan harga juga menyesuaikan," kata pria yang akrab disapa Aden ini.

Menurutnya setiap motif Batik Riau yang dihasilkan di Batik Malai memiliki cerita dan filosopi yang menaik tentang budaya melayu. Mulai dari sejarah melayu, mulai sejarah kehebatan orang melayu, kepahlawanan orang melayu, percintaan orang melayu dan berbagai lainya yang berkaitan dengan melayu Riau.

Kedepan ia juga berharap masyarakat semakin cerdas dan bisa membedakan batik asli dan bukan. Sehingga masyarakat bisa lebih menghargai batik ini yang sevara resmi sudah diakui sebagai warisan budaya dunia. menghargainya tentu dengan menggunakan batik asli, disamping bangga dengan produk asli juga bisa ikut membantu melestarikan budaya nusantara ini.

Khusus untuk di Riau Noer Pangripto juga berharap pemerintah daerah bisa mengeluarkan peraturan atau kebijakan misalnya mewajibkan penggunakaan batik, tentunya batik asli Riau. Sehingga ini juga akan semakin membangun kecintaan masyarakat dengan produk batik asli.

Noer Pangripto, Owner Batik Malai saat menjadi narasumber di acara Travel Talk Tribunpekanbaru
Noer Pangripto, Owner Batik Malai saat menjadi narasumber di acara Travel Talk Tribunpekanbaru (tribunpekanbaru.com)

"Tentu ini juga akan membantu menggerakan kecintaan terhadap batik Riau dan untuk pembelianya tidak hanya di Batik Malai, karena banyak teman-teman lain juga di Riau ini yang terus berjuang untuk bisa melesatarikan batik ini," katanya.

Lebih lanjutnya disampaikanya, awal mula Batik di Riau ini muncul sejak kerjaan melayu Riau yakni kerajaan Lingga. Kala itu, proses pewarnaanya masih menggunakan warna dari tumbuhan berupa buah-buahan.

Nama : Batik Malai
Lokasi : Jalan Durian nomor 21 A ( Simpang Empat Stasiun TVRI), Pekanbaru, Riau
Buka : Pukul 08.00 WIB - 21.00 WIB.
Kotak Person : 0821 6953 0707
website : www.batikriau.com
Instagram : @batikriau
Facebook : batik malai

--
(tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani)

Ikuti kami di
KOMENTAR
290 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved