4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

Sultan Syarif Kasim II, ia merupakan pahlawan nasional dari Riau yang merupakan Sultan Ke-12 kesultanan Siak.

Editor: Aan Ramdani
dinsos.riau.go.id
Sultan Syarif Kasim II 

4 Fakta Menarik Sultan Syarif Kasim II

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tribuners pasti tidak asing lagi dengan nama Sultan Syarif Kasim II, ia merupakan pahlawan nasional dari Riau yang merupakan Sultan Ke-12 kesultanan Siak.

Jika datang ke Kota Pekanbaru, ibu Kota Provinsi Riau ada banyak nama tempat yang menggunakan nama Sultan Syarif Kasim II. Nama Sultan Syarif Kasim II memang sengaja dibadikan sebagai nama tempat seperti Bandara, Universitas dan nama Jalan, ini sebagai bentuk untuk menghormati Sultan Syarif Kasim II sebagai salah satu pahlawan Nasional dan tokoh yang sangat berpengaruh di Riau.

Berikut ini Tribunpekanbaruwiki.com tampilkan beberapa fakta menarik tentang Sultan Syarif Kasim II

1. Serahkan Wilayah Kerajaan Siak Ke Republik Indonesia

Sultan Syarif Kasim II sangat mendukung upaya kemerdekaan Republik Indonesia.

Bahkan setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan Sultan Syarif Kasim II langsung mengrimkan telegram kepada Soekarho-Hatta yang isinya berupa pernyataan bahwa bagian wilayah kekuasaan Kerajaan Siak telah melebur menjadi wilayah Republik Indonesia.

Wilayah kekuasaan Kerajaan Siak yang dipimpin Sultan Syarif Kasim II ini sangat luas. Meliputi pesisir timur sumatra, semenanjung malaka dan didaratan hingga ke Deli Serdang, Sumatra Utara.

Baca juga: Sultan Syarif Kasim II Pahlawan Nasional dari Riau

Baca juga: Perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai

2. Serahkan 30 Persen Kekayaaan Untuk Republik Indonesia

Bentuk dukungan itu tidak hanya sebatas menyerahkan wilayah kekuasan kerajaan Siak, Sultan Syarif Kasim II juga menyerahkan 30 persen kekayaanya untuk Indonesia.

Hal ini tentu saja disambut baik oleh Soekarno-Hatta serta lainya, mengingat Republik Indonesia kala itu baru merdeka dan membutuhkan banyak dana untuk pembangunan dan kebutuhan lainya sebagai negara baru.

Perjuan dan semngat nasionalisme ini begitu membara, 30 persen kekayaan berupa emas ia serahkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Soekarno di Yogyakarta.

Tidak hanya itu, Sultan Syarif Kasim II juga menyerahkan harta senilai 13 juta gulden.

Sultan Syarif Kasim II sadar betul bahwa Indonesia kala itu sangat membutuhkan dukungan moral dan materi.

Perjuanganya tidak berhenti disitu, pada revolusi terjadi di Sumatra Timur tahun 1946, Sultan Syarif Kasim II berangkat ke Medan dan Aceh.

Ia menyuplai bahan makanan untuk para Laskar, di Aceh Sultan Syarif Kasim II juga ikut menyumbangkan tenaganya membatu Pemerintah Republik Indonesia. Melalui siaran radio Sultan Syarif Kasim II juga menghimbau kepada rakyat supaya setia kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

Baca juga: Melihat Istana Rokan di Kabupaten Rokan Hulu Riau

3. Semangat Menentang Kolonial

Sebelum Indonesia merdeka, Sultan Syarif Kasim II ternyata mempunyai semngat yang sangat tinggi menentang penjajahan kolonial Belanda dengan caranya sendiri.

Kala itu, Sultan Syarif Kasim II memposisikan Kerajaan Siak sejajar dengan Belanda. Bahkan, baik sikap dan kebijakan Sultan Syarif Kasim II sering bertentangan dengan keinginan Belanda kala itu, tak lain ini merupakan bentuk perlawanan dan kesewenangan kolonial.

Bahakan Sultan Syarif Kasim II dengan tegas menolak Belanda mencapuri urusan kerajaan, bahka ia pun menolak kontrak politik dengan Belanda. Karena isi kontrak tersebut menyatakan bahwa Siak adalah milik kerjaan Belanda yang dipinjamkan kepada Sultan.

Ikuti kami di
KOMENTAR
286 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved