Bea Cukai Dumai Riau Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dari Malaysia

Tim Aligator Bea dan Cukai Dumai berhasil menggalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 50 kilogram

"Dan pada hari Kamis tanggal 5 November 2020 tim Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai berkoordinasi dengan Kanwil DJBC Riau, POMAL Dumai dan BNN untuk menurunkan tim patroli laut dengan menggunakan kapal Patroli Bea dan Cukai yaitu BC-15019," imbuhnya.

"Setelah melakukan patroli bersama sekitar pukul 20.04 WIB di sekitar pantai Tenggayun, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, tim gabungan KPPBC TMP B Dumai, Kanwil DJBC Riau, POMAL Lanal Dumai dan BNN melihat ada sebuah speedboat melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tim gabungan langsung bergerak melakukan pengejaran," tambahnya.

Lebihlanjutdijelaskanya, dalam pengejaran sekitar pukul 21.30 WIB, speedboat pelaku masuk ke Sungai Telaban Kecil daerah Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis dan terlihat dua pelaku melompat dari speedboat melarikan diri masuk ke hutan bakau.

Diakuinya, setelah berhasil mengamankan speedboat, Petugas juga berhasil mengamankan 3 tas yang diduga berisi NPP jenis Methamphetamine dan identitas serta handphone pelaku yang ditemukan di atas speedboat.

Baca juga: Nikmati Kenyamanan Hotel Pangeran Pekanbaru, Hotel Bintang Empat

Baca juga: Muhibbah Travel, Perusahaan Travel Haji dan Umrah di Pekanbaru

Menindaklanjuti pelaku yang berhasil melarikan diri, Tim gabungan KPPBC TMP B Dumai, Kanwil DJBC Riau, POMAL Lanal Dumai dan BNN, tambahnya, membagi tim menjadi 2 tim dimana 1 tim bertugas untuk mengamankan TKP dan barang bukti dan 1 tim lagi bertugas untuk mencari pelaku yang melarikan diri.

"Upaya tim gabungan akhirnya membuahkan hasil, pada hari Jumat tanggal 6 November, tim bersama tim Operasi Gabungan (KPPBC TMP B Dumai, Kanwil DJBC Riau, BNN dan POMAL) langsung melakukan penyelidikan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku dan berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku atas nama Sa dan pelaku langsung diamankan," imbuhnya.

Fuad Fauzi mengaku, ‎dari keterangan Sa yang belakangan diketahui merupakan ketua rukun tangga (RT) tersebut, dirinya mengakui bahwa benar dialah yang mengemudikan speedboat tersebut sehari sebelumnya bersama seseorang yang dari keterangan Sa bernama Syamsir yang masih dalam pengejaran petugas.

Petugas yang mengamakan kapal yang ditinggalkan pelaku, jelasnya, membawa tersangka Sa kelokasi dan neminta pelaku Sa untuk membongkar isi muatan speedboat dan ditemukan 3 tas diduga berisikan narkotika jenis sabu yang dibungkus dalam kemasan teh cina merk "GUANYINWANG" warna hijau beserta 1 unit handphone, dompet dan identitas atas nama Syamsir, tambah Fuad.

Baca juga: Kisah Bripda Habibi, Polisi Riau yang Nyambi Jualan Mie Aceh di Tembilahan Inhil

Baca juga: Destinasi Wisata Kampar Ramai Dikunjungi Wisatawan

"Dari hasil interogasi tersangka Sa, diperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan diperintah oleh seseorang yang berinisial Ra alias ninja. Dari keterangan tersebut tim operasi gabungan melakukan pengembangan kasus dan berhasil mengamankan pelaku berinisial Ra di wilayah Kabupaten Bengkalis," terangnya.

"Hasil perhitungan kita dengan disaksikan kedua tersangka, 3 tas yang ditemukan di speedboat dengan 1 tas dikemas dalam tas berwarna kuning merah berisi 19 bungkus, 1 bag dikemas dalam tas berwarna hitam biru berisi 18 bungkus dan 1 bag dikemas dalam tas berwarna hitam polos berisi 13 bungkus dengan total 50 kg," imbuhnya.

‎Fuad Fauzi mengungkapkan, untuk tersangka Sa yang berhasil pihaknya amankan, ternyata hasil rapid tes nya positif atau reaktif dan akan dilakukan tes swab.

"Saat ini masih di kita swab, semoga hasil nya swab nya negatif," pungkasnya.

--
(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved