Muhibbah Travel, Perusahaan Travel Haji dan Umrah di Pekanbaru

Muhibbah Travel ini dibawah Perusahaan PT. Muhibbah Mulia Wisata, tidak saja melayani untuk keberangkatan ibadah haji dan umrah.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Jamaah Umroh Muhibbah Travel 

Muhibbah Travel, Perusahaan Travel Haji dan Umrah di Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Muhibbah Travel merupakan perusaan jasa keberangkatan Travel Haji dan Umroh yang berlokasi di Jalan Kartini nomor 1 Pekanbaru.

Muhibbah Travel ini dibawah Perusahaan PT. Muhibbah Mulia Wisata, tidak saja melayani untuk keberangkatan ibadah haji dan umrah. Muhibbah Travel juga melayani tour out/in bound tour, tiket penerbangan domestik atu internasional, pengurusan visa, passport, hotel reservation dan pengiriman barang.

Muhibbah Travel ini didirikan pada tanggal 17 April 2000 dan disahkan oleh Departmen Kehakiman Republik Indonesia pada tangal 18 Mei 2001 lalu.

Muhibbah Travel merupakan salah satu perusahaan jasa perjalanan yang merasakan secara langsung dampak covid-19, mengingat pihak Saudi juga menutup sementara pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh bagi warga Dunia.

Namun, Terhitung Selasa (3/11/2020) ini, Muhibbah Travel Haji dan Umrah, mulai membuka kantor pusat, yang berada di Jalan Kartini, nomor 1, Pekanbaru.

Petugas travel Muhibbah yang berada di Jalan Kartini Pekanbaru sedang melayani calon jemaah umroh, Kamis (27/2/2020)
Petugas travel Muhibbah yang berada di Jalan Kartini Pekanbaru sedang melayani calon jemaah umroh, Kamis (27/2/2020) (tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Nikati Keindahan Alam di Wisata Batu Gajah Rohul

Baca juga: Muhammad Ridin Ridwan, Sulap Batok Kelapa Menjadi Benda Bernilai Ekonomis

Baca juga: Menikmati Keindahan Wisata Alam Ulu Kasok, Raja Ampatnya Riau

Mulainya kembali dibuka travel haji dan umrah tersebut menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi, yang mulai membuka umrah bagi negara-negara di dunia yang selalu mengirimkan jamaah haji maupun umrah, dimasa pandemi Covid-19 ini.

Dikatakan Manager umrah Muhibbah travel, Ezi Syaputra, pihaknya telah mengikuti perkembangan terkini terkait dengan dibukanya umrah oleh pemerintah Arab Saudi.

Dimana selama masa pandemi Covid-19, mulai awal tahun 2020 lalu, Pemerintah Arab Saudi menutup Haji dan Umrah bagi seluruh dunia.

"Mulai tanggal 3 ini kita sudah mulai aktif dan kembali buka, setelah sebelumnya tutup semenjak awal Maret lalu. Selama 7 bulan aktifitas kantor berhenti sama sekali, sampai menunggu informasi dari Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah pusat. Dengan dibukanya kantor dan mulainya aktifitas kembali. Kita berharap masa pedemi covid19 ini segera berakhir," kata Ezi kepada Tribun.

Ezi juga mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, jamaah yang sudah terdaftar di Muhibbah Travel mencapai 300 lebih jamaah, dan akan diberangkatkan pada awal Maret 2020, namun pada bulan Maret, keluar keputusan dari pemerintah Arab Saudi, menutup sementara Haji dan Umrah.

"Jumlah jamaah kita ada sekitar 300 jamaah batal berangkat di bulan Maret lalu. Jadi kembali akan dipersiapkan proses keberangkatan, seperti administrasi, termasuk aturan-aturan yang disiapkan oleh pihak Arab Saudi, bagi jamaah yang akan umrah. Aturannya sesuai dengan protokol kesehatan, tentu kita pelajari lagi," imbuhnya.

Baca juga: Kisah Sutrimo, Warga Riau Panjat Pohon Mencari Signal Telepon Seluler

Baca juga: Empat Hotel Paling Dekat Bandara di Pekanbaru

Baca juga: Ariani Nisma Putri, Penyanyi Tuna Netra dengan Suara Emas Kelahiran Kampar Riau

Ditambahkan Ezi, setelah melihat aturan yang ada di Arab Saudi, pihaknya memutuskan untuk memberangkatkan jamaah Muhibbah pada awal Februari 2021. Ini untuk keamanan jamaah dimasa pandemi, pihaknya juga tidak buru-buru untuk menentukan berangkat pada tahun ini, namun yang pastinya kantornya mulai buka di awal November ini.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kanwil Kementrian Agama, Provinsi Riau, Mahyudin, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait dengan persiapan dibukanya umrah oleh pihak Arab Saudi.

Dalam sosialisasi juga disampaikan kalau seandanainya umrah dibuka, nanti satu hotel itu hanya dua orang akan disesuaikan. Kenapa karena selama ini umrah tentu saja di Mekah dan madinah ada 3 orang satu kamar, ada 4 dan 6, bahkan ada yang 10.

Informasi dari Arab Saudi itu boleh 2 tentu dan akan menyesuaikan. Ketika penerbangan kalau separuh.

"Kementrian agama sampi saat ini mencoba menyusun draft itu, nanti setelah dibuka oleh Arab Saudi tentu kita menyesuaikan apa yang harus kita lakukan ketika Jamaah Indonesia diperbolehkan untuk Umrah.
Kalau umrah kan belum, nanti ketika dibuka berapa yang diberi kita belum dapar informaai masih menunggu," ujarnya.

Jika Indonesia nanti mendapatkan izin dari pemerintah Arab Saudi untuk pelaksanaan Haji dan Umrah, maka harus mengikuti aturan yang telah dijalankan. Termasuk mengakarantinakan jamaah sebelum pelaksanaan umrah.

--

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved