Kisah Inspiratif

Muhammad Ridin Ridwan, Sulap Batok Kelapa Menjadi Benda Bernilai Ekonomis

Muhammad Ridin Ridwan, ia merupakan pengrajin batok kelapa asal Desa Jaya Bakti, Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Editor: Aan Ramdani
Isimewa
Muhammad Ridin Ridwan, pemuda asal Desa Jaya Bakti, Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir berprofesi sebagai pengrajin batok kepala 

Muhammad Ridin Ridwan, Sulap Batok Kelapa Menjadi Benda Bernilai Ekonomis

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Muhammad Ridin Ridwan, ia merupakan pemuda asal Desa Jaya Bakti, Kecamatan Enok , Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau  yang cukup kreatif.

Muhammad Ridin Ridwan memanfaatkan limbah batok kepala menjadi benda yang bernilai ekonomi seperti aksesoris, suvenir dan mangkok.

Seperti diketahui kabupaten yang lebih akrap dengan sebutan Inhil ini memang salah satu daerah penghasil kelapa yang sangat besar. Sehingga sangat mudah menemukan limbah berupa batok kelapa di Kampung halaman Muhammad Ridin Ridwan ini. Tidak banyak yang menyadari bahwa limba batok kelapa ini bisa tetap bermanfaat.

Tidak hanya menjadi benda yang unik, ditangan Muhammad Ridin Ridwan , batok kelapa menjadi sesuatu yang layak jual hingga dapat dipasarkan dan menghasilkan keungtungan tentunya.

"Melihat batok kelapa hanya menjadi limbah membangkitkan naluri saya untuk mengolah batok kelapa hingga menghasilkan karya seni yang lebih bermanfaat,” ungkap Muhammad Ridin Ridwan saat berbincang dengan Tribunpekanbaruwiki.com belum lama ini.

Kerajinan berbahan dasar batok kelapa yang dibuat Muhammad Ridin Ridwan
Kerajinan berbahan dasar batok kelapa yang dibuat Muhammad Ridin Ridwan (Isimewa)

Baca juga: Rattan Handmade, Tempat Kerajinan Rotan Unik di Pekanbaru

Baca juga: Kisah Warga Riau Sukses Budidaya Kaktus Omset Puluhan Juta Perbulan

Baca juga: Sherly Putri Yandani, Wasit Cantik Asal Riau

Alumni mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan ini mengaku kreativitasnya tersebut berawal dari hobi, hanya berbekal mesin rakitannya sendiri, gergaji, bor dan amplas Muhammad Ridin Ridwan bisa menghasilkan benda-benda bermanfaat dari batok kelapa.

Karya Seni dari tangan Muhammad Ridin Ridwan ini pernah ditampilkan di Pameran Festival Kelapa Internasional yang diselenggarakan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan pada tahun 2017 lalu.

Karya seni olahan batok kelapa dikreasikan Muhammad Ridin Ridwan menjadi aksesoris lampu hias dan sempat dilihat Bupati Inhil HM Wardan, meskipun hanya dihargai sebagai pajangan semata di Festival Kelapa tersebut.

Artinya sampai saat ini perhatian pemerintah terhadap pengrajin belum ada nampak, sehingga para pengrajin termasuk Muhammad Ridin Ridwan harus mencari market place sendiri dengan berkoordinasi dengan pengusaha kelapa.

Saat ini Muhammad Ridin Ridwan sedang menyiapkan mangkok batok kelapa yang akan dikirim ke pelanggan di Bogor dan nantinya akan diekspor ke India.

"Satu kerajinan mangkok tempurung di hargai Rp2.800. Ini merupakan pesanan pertama. Untuk selanjutnya perusahaan yang berbasis di India ini akan memesan lagi dalam jumlah banyak," tuturnya.

Mangkuk batok kelapa yang dibuat oleh  Muhammad Ridin Ridwan
Mangkuk batok kelapa yang dibuat oleh Muhammad Ridin Ridwan (Isimewa)

Baca juga: Sahirman Semangat Jual Kuliner Ikan Asin di Tol Pekanbaru-Dumai

Baca juga: Kisah Anggota Dewan Riau Dagang Bakso Tak Laku, Sugeng Pranoto

Baca juga: Habib Ramadhan Kenalkan Adat dan Budaya Kampar Riau Lewat Youtube

Menurut Ridin, karya seninya tersebut dipasarkan atas bantuan pengusaha kelapa asal Inhil, Burhanuddin Rafik, dalam hal membantu mencarikan market place melalui PT Agrojaya Komoditi yang berada di Bogor.

"Saya berharap, kedepannya bisa membantu ekonomi keluarga dan bisa menyerap tenaga kerja jika usahanya ini nantinya bisa berkembang besar," pungkas Ridin.

Sementara itu, seorang pengusaha kepala asal Inhil yang bergiat di Bogor, Burhanuddin Rafik, menuturkan, petani di Inhil tidak diragukan lagi dalam mengolah turunan kelapa.

Namun Kemampuan tersebut akan sia – sia jika pemerintah tidak mendukung dalam mengalokasikan bantuan modal serta mencarikan market placenya.

"Produk tersebut tidak akan bernilai Jika pemerintah tidak memberikan dukungan kepada para pengrajin agar mereka mampu mengembangkan usaha kreatifnya. Ini harus didukung melalui penganggaran pengembangan usaha kerakyatan," tutur Burhan sapaan akrabnya.

Menurut Burhan, apalagi Bupati Inhil HM Wardan pernah mengatakan dan menghimbau kepada masyarakat petani agar mampu mengolah turunan kelapa sebagai satu diantara cara menunjang perekonomian petani di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.

Oleh karena itu, ditegaskannya, campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan melalui penganggaran pengembangan usaha kerakyatan, sehingga cita-cita Bupati Wardan dalam mensejahterakan petani kelapa terealisasi.

"Peran pemerintah sangat dibutuhkan, baik itu melalui kebijakannya merealisasikan bantuan usaha kecil menegah serta pemasarannya. Hal ini agar produk turunan kelapa bernilai ekonomis dan bisa diekspor ke luar negeri,” tegasnya.

--

(Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved