Cegah Konflik Gajah Sumatra dengan Manusia, BKSDA Riau Pasang GPS Collar

Guna mencegah terjadinya konflik antara gajah dengan manusia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau melakukan pemasangan GPS Collar.

Dok.Balai Besar KSDA Riau
Tim dari Balai Besar KSDA Riau bersama Rimba Satwa Foundation (RSF), Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI), dan penggiat satwa bersiap untuk melakukan pemasangan GPS Collar 

Cegah Konflik Gajah Sumatra dengan Manusia, BKSDA Riau Pasang GPS Collar

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Guna mencegah terjadinya konflik antara gajah dengan manusia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau melakukan pemasangan GPS Collar.

Pemasangan GPS Collar ini berfungsi untuk melacak atau memantau keberadaan gajah, sehinga bisa dilakukan pencegahan konflik dengan manusia.

Untuk melakukan pemasangan ini, Balai Besar KSDA Riau bergotong royong bersama Rimba Satwa Foundation (RSF), Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI), dan penggiat satwa lainya serta dukungan pihak ke tiga.

"Dua tahun ini BKSDA Riau melakukan upaya-upaya mitigasi terhadap semakin seringnya kemunculkan gajah yang berinteraksi dengan manusia, perkebunan atau diluar kawasan konservasi, sehingga muncul istilah-istilah konflik satwa. Atas dasar meningkatnya aktivitas perjumpaan tersebut maka kita melakukan mitigasi dan salah satunya pemasangan GPS Collar ini," papar Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono.

Menurutnya dengan dipasangi GPS Collar, maka pergerakan gajah bisa dipantu secara tepat dan tepat.

Minimal dengan adanya GPS tersebut gaja-gajah yang kemungkinan pergerakanya mengarah ke pemukiman dapat diarahkan kembali ke habitatnya.

"Kita bisa lebih intens melakukan pemantaun polulasi gajah sumatra yang ada di Provinsi Riau ini. Termasuk dengan gajah yang sedang buting misalnya, kita juga bisa pantau melahirkanya dimana dan seterusnya," sambunya.

Proses persiapan alat GPS Collar yang akan dipasang di satwa Gajah Sumatra
Proses persiapan alat GPS Collar yang akan dipasang di satwa Gajah Sumatra (Dok.Balai Besar KSDA Riau)

Baca juga: Mayang Jasmine, Geluti Bisnis Kuliner di Pekanbaru

Baca juga: Jembatan Usman Samad Penghubung Desa Sungai Tohor dengan Sungai Tohor Barat

Baca juga: Berikut ini Daftar Tarif Tol Pekanbaru-Dumai, Berlaku 2 Novermber 2020

Secara teknis, tim gabungan bergerak dari tanggal 20 hingga 26 Oktober 2020 lalu dilakukan pemasangan GPS Collar. Untuk saat ini, dari empat GPS Collar baru terpasang tiga dan satu GPS Collar lainnya masih dalam upaya proses pemasangan.

Pihak Balai Besar KSDA Riau menurunkan dua dokter hewan yaitu drh. Rini Deswita dan drh. Danang, selain itu dibantu oleh drh. Anhar dari penggiat satwa.

Untuk pemasangan GPS Collar, Balai Besar KSDA Riau juga menurunkan tim mahout dan tiga ekor Gajah jinak yang terdiri dari dua Gajah jantan dan satu betina yang bernama Bangkin usia 45 tahun, Jovi usai 40 tahun, dan Indah usia 51 tahun .

"Harapannya pada tahun 2021, semua kelompok Gajah sumatera yang ada di Prov. Riau sudah terpasang GPS Collar," harap Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono.

 

--

(tribunpekanbaru.com/Aan Ramdani)

Ikuti kami di
Editor: Aan Ramdani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved